26 November 2020, 04:50 WIB

Perkuat Regulasi Kebudayaan


RO/H-2 | Humaniora

EMPAT konsensus kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memiliki nilai-nilai yang bersumber dari budaya masa lalu sebagai jalan keluar dari sejumlah problem yang dihadapi bangsa saat ini.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai peran cendekiawan dan budayawan sangat penting dalam menyuarakannya.

“Para cendekiawan dan pa­kar budaya dapat ikut menggali nilai-nilai budaya dari berbagai macam warisan budaya yang ada saat ini agar bisa bermanfaat bagi kehidupan berbangsa,” kata legislator Partai NasDem itu saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia, kemarin.

Dalam menjawab itu, Guru Besar Arkeologi FIB UI Prof Dr Mundardjito menyampaikan sejumlah peraturan terkait dengan budaya dan kebudayaan yang ada saat ini belum memiliki peraturan teknis pelaksanaannya.

Terkait dengan hal itu, pakar arkeologi Supratikno Rahardjo mencontohkan banyak situs cagar budaya di Indonesia yang rusak akibat belum adanya aturan perundangan yang efektif untuk mencegah hilangnya situs cagar budaya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian berjanji, pihaknya akan terus mendorong tuntasnya pengaplikasian sejumlah aturan terkait dengan kebudayaan agar aturan tersebut dapat efektif dan bermanfaat.

Antropolog Suraya Afiff mengingatkan warisan budaya tidak hanya berbentuk benda, melainkan juga sikap dan nilai dalam pola pikir kita dalam melihat warisan budaya. Candi Borobudur, misalnya, bukan semata warisan budaya dalam bentuk bangunan. Lebih dari itu, ujar Suraya, juga ada nilai-nilai budaya di balik hadirnya candi tersebut.

“Cara pandang untuk menggali nilai-nilai budaya tersebut harus disosialisasikan untuk memperkaya cara pandang masyarakat saat ini,” serunya. (RO/H-2)

BERITA TERKAIT