25 November 2020, 02:00 WIB

Sumi Yang Pesan Keberagaman melalui Metro Xin Wen


Faustinus Nua | Humaniora

MASYARAKAT Indonesia yang majemuk, dengan banyak suku bangsa, agama, dan ras, menjadi tantangan yang harus selalu dijaga setiap generasi. Itu karena keberagaman merupakan simbol persatuan Indonesia yang telah tercantum pada dasar negara.

Jurnalis senior Metro TV, Sumi Yang, 36, mengungkapkan bahwa selama 20 tahun Metro TV berdiri selalu mengangkat pesan keberagaman. Sumi yang berkarier sejak usia 18 tahun menuturkan, Metro TV melalui Metro Xin Wen menjadi pionir program berbahasa Mandarin.

"Ada cita-cita besar, ada semangat, pesan besar yang ingin dihadirkan founding father Metro TV, yaitu Bapak Surya Paloh. Jadi ada semangat pluralisme, semangat keberagaman yang ingin disampaikan lewat program Metro Xin Wen," ungkapnya.

Ibu dua anak itu mengatakan bahwa dirinya menjadi bagian dari Metro Xin Wen sejak bergabung bersama dengan Metro TV pada 2002. Pada saat itu, Sumi yang baru berusia 18 tahun menjadi produser, reporter, dan juga presenter untuk program berbahasa Mandarin tersebut.

Sumi yang belajar bahasa Mandarin secara autodidak dari ayahnya mengakui banyak tantangan selama menjalani kariernya. Secara khusus untuk program Metro Xin Wen, dia mengatakan target segmentasi memang kecil, lantaran tidak banyak masyarakat yang memahami bahasa Mandarin. Selain itu, kesulitan bila mencari narasumber yang bisa berbahasa Mandarin.

"Program Xin Wen ini bukan soal bahasa Mandarin, tapi terkait dengan kontennya. Jadi sebagai saluran aspirasi masyarakat Tionghoa, bagaimana kontribusi masyarakat Tionghoa yang menjadi bagian dari NKRI, yang turut berjuang sejak kita memperjuangkan kemerdekaan sampai detik ini," tambah lulusan Universitas Bina Nusantara itu.

 

Talent

Sumi mengatakan salah satu liputan yang paling menguji mentalnya sebagai jurnalis ialah ketika tsunami Aceh pada 2004. "Kondisi waktu itu serbasusah. Kita sendiri keselamatannya juga mengkhawatirkan, makan dan minum juga susah, serbaminim," kenang Sumi.

Meski demikian, ia tetap profesional menjalankan tugas. "Jadi memang saya nangis terus selama liputan bencana. Saya memang agak sensitif orangnya, gampang tersentuh. Itu sih yang paling berkesan," Sumi melanjutkan.

Saat ini, Sumi yang mengelola kedai kopi Sabang 16 bersama sang suami, Timothy Marbun, mengemban tugas di departemen talent Metro TV. Dia juga masih terlibat dengan program Xin Wen, tapi tidak lagi mengurusi bagian produksi.

Berdarah Tionghoa, perempuan kelahiran Bagansiapi-api, Rokan Hilir, Riau, ini merasa bersyukur bisa bergabung dengan salah satu televisi nasional yang memiliki program berbahasa Mandarin. Apalagi Metro TV merupakan televisi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberi ruang melalui program spesial tersebut.

Dia pun berpesan agar keberagaman Indonesia selalu dijaga setiap generasi. Tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi golongan tertentu. Semuanya mempunyai tugas untuk berkontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT