24 November 2020, 10:05 WIB

Indonesia - Belanda Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset


Faustinus Nua | Humaniora

Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  memperkuat kerja sama dengan Belanda di sektor pendidikan dan penelitian. Hal itu terwujud melalui kolaborasi peneliti dari kedua negara dengan menyelenggarakan Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) pertama kalinya, pada 24-26 November 2020.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menyatakan, melalui penyelenggaraan WINNER 2020, LIPI mendorong kerja sama riset global khususnya yang melibatkan mitra dengan Belanda. Terdapat 152 narasumber yang terdiri dari menteri, profesor, dosen dan peneliti dari kedua negara yang turut terlibat dalam even tersebut.

Baca juga:Sinergikan Nuklirdengan Multidisiplin Ilmu dalam Era Industri 4.0

“Para peneliti LIPI telah memiliki kerja sama dan kolaborasi dengan para peneliti di Belanda, khususnya di bidang hayati dan teknik, serta teknologi informasi dan elektro,” tuturnya melalui keteranga tertulis (24/11).

Handoko juga mengatakan bahwa acara tersebut digelar mengingat sejarah panjang kerja sama penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Pekan Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda diharapkan akan menjadi tanda bersejarah dalam kerja sama penelitian dan pendidikan antara kedua negara Indonesia-Belanda.

“Ke depan LIPI ingin memperkuat kolaborasi dengan Belanda yang berfokus pada big data, hal ini terkait mulai dilaksanakannya program RIN (Repositori Ilmiah Nasional),” ungkap Handoko.

WINNER merupakan kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Kedutaan Belanda, Nederlandse Organisatie voor Wetenschappelijk Onderzoek (NWO) dan Nuffic Neso. Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven akan membuka kegiatan WINNER di hari pertama, pada Selasa.

Baca juga: BPOM Bentuk Otoritas Regulator Obat & Makanan Palestina Independen

Selanjutnya, akan hadir dua pembicara kunci yakni penerima Nobel di bidang kimia 2016 Bernard Lucas Feringa, University of Groningen,  yang akan membahas tentang the features of a knowledge economy. Akan hadir pula Daniel Murdiyaso, IPB-Bogor serta ilmuwan utama di The Center for International Forestry Research (CIFOR) yang akan membahas perubahan iklim.

LIPI sebagai pemegang kewenangan ilmiah dalam bidang keanekaragaman hayati sesuai Keputusan Presiden nomor 103 Tahun 2001 akan berkontribusi pada sesi diskusi panel mengenai keanekaragaman hayati.

Enam sesi pararel tematik oleh para peneliti dan pemangku kepentingan dari kedua negara akan hadir pada hari kedua (25/11). Berbagai tema diangkat, seperti keanekaragaman hayati, tata kelola perubahan iklim, energi terbarukan, urbanisasi dan perencanaan wilayah, kesehatan, pariwisata, identitas dan budaya, serta kerja sama penelitian dan pendidikan lintas disiplin.

Di hari ketiga (26/11) nanti, para peneliti LIPI akan hadir dalam lima talkshow pararel terkait sains, pendidikan, kerjasama dan kebijakan yaitu Ocky Karna Radjasa, Agus Haryono, Dudi Hidayat, dan Puspita Lisdiyanti. Di penghujung acara WINNER 2020, akan dilangsungkan wawancara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim.(H-3)

BERITA TERKAIT