24 November 2020, 02:45 WIB

Segera Tuntaskan Kesiapan Vaksinasi


Andhika Prasetyo | Humaniora

KOMITE Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di minta segera menuntaskan proses pengadaan vaksin, termasuk kesiapan penyaluran vaksin di dalam negeri.

“Saya minta laporan mengenai vaksin. Kapan sampai di tangan kita. Ini mestinya sudah proses administrasi, pembayaran sudah dilakukan,” kata Presiden Joko Widodo menagih proses pengadaan vaksin kepada KPCPEN, saat memimpin rapat kabinet terbatas, di Istana kantor Presiden kemarin.

Saat ini, lanjut kepala negara, seharusnya sudah memasuki masa-masa penyelesaian administrasi dan pembayaran. Jokowi juga meminta proses distribusi di pastikan berjalan dengan sebaik-baiknya agar vaksin tetap dalam kondisi prima sehingga memberi efek maksimal kepada masyarakat.

“Mekanisme proses distribusi vaksin menurut saya paling penting agar perjalanan vaksin ke daerah-daerah berjalan aman dan lancar. Persiapan untuk cold chain, penjualnya seperti apa, itu harus segera disiapkan,” tambah Presiden.

Dalam ratas yang mengambil topik Laporan KPCPEN, mantan Wali Kota Solo itu ju ga meminta simulasi vaksinasi terus dilaksanakan di berbagai daerah demi memastikan kesiapan personel dan berbagai hal yang dibutuhkan.

Dengan begitu, ketika vaksin tiba, proses penyuntikan kepada masyarakat bisa langsung dilakukan.

“Saya akan cek satu atau dua kali lagi sehingga nanti saat pelaksanaan betul-betul pada kondisi yang sudah sangat baik,” tandasnya.

 

SDM dan fasilitas

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan pihaknya terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sejumlah fasilitas penunjang pelaksanaan vaksinasi covid-19.

“Kementerian Kesehatan juga melakukan simulasi-simulasi mengenai bagaimana pendistribusian vaksin. Semuanya detail supaya kita tahu betul apa yang harus di lengkapi, apa yang harus di kerjakan supaya di saat pelaksanaannya tidak terjadi hambatan maupun perlambatan,” ujarnya, seusai mengikuti ratas.

Simulasi imunisasi vaksin covid-19, lanjut Terawan, su dah dilakukan pada Rabu (18/11) di Puskesmas Tanah Sareal, kota Bogor yang ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Penny Lukito, mengatakan, vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat harus memenuhi khasiat keamanan dan efektivitas.

“Itu menjadi komitmen Badan POM untuk terus menjaga, menganalisis pada waktunya, dan sekarang proses itu sedang berjalan. Badan POM akan memberikan emergency use authorization (EUA) pada waktunya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Penny mengatakan pihaknya saat ini tengah menganalisis data-data yang diperlukan untuk pemberian izin penggunaan darurat (EUA) kepada vaksin Sinovac.

Pelaksanaan vaksinasi, lanjutnya, semestinya selangkah lagi dapat dilakukan. Pasalnya, seluruh tahapan uji klinis sudah dilewati dengan hasil yang baik.

“Alhamdulillah, aspek keamanan dalam uji klinis, pan tauannya baik. Aspek mutu dari vaksin Sinovac juga baik,” tuturnya. (Fer/X-7)

 

BERITA TERKAIT