24 November 2020, 01:55 WIB

Angin Kencang dan Banjir Imbas Cuaca Ekstrem


MI | Humaniora

CUACA ekstrem telah menyebabkan tiga peristiwa bencana di dua daerah pada Minggu (22/11). Hal itu terjadi satu hari setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) merilis peringatan cuaca ekstrem hingga 27 November 2020. “Sebanyak 45 rumah warga Kabupaten Dompu mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Kerusakan rumah diakibatkan angin puting beliung menerjang wilayah itu pada Minggu (22/11) sore,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemarin.

Cuaca ekstrem telah menyebabkan bencana banjir yang disertai longsoran di tiga kecamatan di Kabupaten Bungo, Jambi. “Ketiga kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Mukomuko Bathin VII, Rantau Pandan, dan Bathin III Ulu,” ujar Raditya.

Banjir dan tanah longsor menyebabkan sejumlah kerusakan, seperti 7 tiang listrik longsor dan 13 titik jalan tertimbun longsoran. Saat  kejadian, tinggi muka air berkisar 30–80 cm. Meski demikian, air telah surut pada hari itu juga pukul 16.15 WIB.

BPBD Kabupaten Bungo menginformasikan sebanyak 2.483 jiwa di tiga kecamatan tersebut terdampak. Warga hingga saat ini masih dibantu petugas membersihkan material longsoran yang terbawa banjir.

Menyikapi dampak fenomena cuaca esktrem tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga dalam sepekan ini.
 
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, cuaca ekstrem dipicu adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan. “Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” ujarnya.

BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai tingginya gelombang laut hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan di Indonesia. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Kepulangan Simeulue-Kepulauan Nias, Selat Sunda bagian selatan, Laut Natuna bagian utara, Laut Natuna, dan Laut Jawa bagian barat. “Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” kata Kepala Bidang Humas BMKG Taufan Maulana. (Fer/H-2)

 

BERITA TERKAIT