23 November 2020, 22:10 WIB

Pemerintah Ajak Media Gugah Pentingnya Vaksin Covid-19


Bagus Suryo | Humaniora

PEMERINTAH melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berfokus pada upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin dan program vaksinasi Covid-19. Untuk itu, keterlibatan media massa dibutuhkan untuk mencegah disinformasi dan menyiarkan fakta akurat seputar program vaksinasi Covid-19.

Demikian disampaikan, Direktur RSSA Malang dan Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur Dr. dr. Kohar Hari Santoso, dalam Dialog Produktif dengan tema 'Belajar dari Sukses Vaksin MR di Jawa Timur dan Peran Media dalam Vaksinasi', Senin (23/11)

Dr Kohar mencontohkan, suksesnya edukasi program vaksinasi Measles-Rubella (MR) di Jawa Timur tahun 2017 lalu berkat dukungan media massa. Khususnya dalam menyampaikan informasi yang tepat dan terpercaya.

"Media sangat membantu program imunisasi MR di tahun 2017 dengan menyebarkan sosialisasi dan edukasi positif. Upaya ini sangat efektif membuat masyarakat bersedia untuk diimunisasi," ungkap dr Kohar.

Diakui mantan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur ini, awalnya banyak masyarakat menolak imunisasi akibat kurangnya informasi yang diberikan petugas kesehatan. Beredarnya banyak informasi yang tidak benar atau hoaks di kalangan masyarakat juga menjadi tantangan besar yang harus dihadapi kala itu.

"Salah satu yang penting diketahui masyarakat yaitu adanya kemungkinan demam pascaimunisasi. Kala itu ada kejadian seorang anak meninggal setelah imunisasi. Tim ahli klinis dengan sigap turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebabnya. Ternyata sebab kematiannya bukan karena vaksin yang diberikan, melainkan si anak terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)," kisahnya.

Sementara itu, Wahyoe Boediwardhana, salah seorang jurnalis dari komunitas Jurnalis Sahabat Anak membagikan prinsip dan strateginya dalam memerangi berita hoaks mengenai vaksin yang simpang siur mempengaruhi masyarakat.

"Kami lebih memilih membanjiri masyarakat dengan informasi positif dan terverifikasi. Jadi kami berbeda dengan pembuat hoaks yang tidak memiliki sumber informasi yang jelas. Sebelum kami memutuskan menyampaikan pesan ke masyarakat, justru kawan-kawan jurnalis lah yang lebih dulu kami edukasi agar dapat menyebarkan pemberitaan yang akurat dan terpercaya. Selain itu, sangat penting bagi media massa untuk memahami karakter masyarakat di daerah masing-masing supaya informasi bisa tersampaikan dengan baik." terang Wahyoe.

Dalam kesempatan yang sama, baik dr. Kohar maupun Wahyoe menganjurkan kepada masyarakat agar mengenali ciri-ciri berita yang tidak benar dan langsung bergerak cepat dalam memverifikasi informasi

"Apabila ragu, langsung tanyakan pada ahlinya, seperti dokter dan para pakar terpercaya mengenai fakta vaksin yang ingin diketahui." imbuh dr. Kohar. (OL-13)

BERITA TERKAIT