23 November 2020, 09:45 WIB

Kemenkes dan Satgas Terjunkan 5.000 Pelacak Kontak Kasus Covid-19


Zubaedah Hanum |

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 telah menerjunkan lebih dari 5.000 petugas untuk melakukan pelacakan kontak erat. Mereka dikerahkan di 10 provinsi prioritas.

Ke-10 provinsi prioritas itu antara lain, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

"Kemenkes berharap agar masyarakat dapat mendukung para petugas tersebut sehingga penularan covid-19 dapat dicegah dan tidak semakin meluas," kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat, seperti dikutip dari laman BNPB, Senin (23/11).

Budi menuturkan, dari satu pasien sedikitnya akan dilakukan pelacakan hingga 30 orang. "Rasionya 1 : 30. Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dalam jumlah massa besar dan juga dilakukan pemantauan lebih intensif terjadinya penularan pada 14 hari ke depan," bebernya.

Berkaca pada kejadian pekan lalu, pelacakan kontak juga dilakukan pada orang-orang yang mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan seperti di Tebet, Petamburan (Jakarta) dan Mega Mendung (Jawa Barat). Kemenkes mengimbau agar mereka melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, menyusul ditemukannya sejumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil tes usap.

Sebanyak 50 orang yang terlibat dalam kegiatan di Tebet dinyatakan positif covid-19. Sedangkan 30 orang di Petamburan dan 15 orang di Mega Mendung masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel.

Bagi siapa saja yang merasa memilki gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa diminta segera menghubungi Puskesmas terdekat.

"Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet,” kata Budi.

Budi kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang. Sebab, berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19. (H-2)

BERITA TERKAIT