23 November 2020, 01:15 WIB

Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan periode sepekan ke depan terjadi potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat di wilayah-wilayah Tanah Air mulai Aceh hingga Papua. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkannya.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil
dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

“Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan,” katanya kemarin.

BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai
kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Selatan serta Lampung.  Kemudian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Wilayah lainnya ialah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Di wilayah Sulawesi ada Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Kemudian di wilayah Indonesia bagian timur terdapat Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Ia menjelaskan sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan utara Aceh, mulai Sumatra Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan, serta dari Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang.


Perkembangan banjir

Dari pantauan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, banjir menggenangi beberapa wilayah dengan tinggi muka air hingga 60 cm. “Saat ini, kebutuhan mendesak berupa logistik makan dan nonmakanan serta masker,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, kemarin.

Raditya mengatakan BPBD setempat mencatat enam kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Kroya, Sampang, Sidereja, Bantarsari, Kedungreja, dan Cipari. Sebanyak 2.187 KK (5.677 jiwa) mengungsi. BPBD menginformasikan warga meninggal dunia sebanyak dua orang.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, menyebabkan ratusan keluarga terdampak. Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dan meluapnya Sungai Lae Cinendang pada Jumat (20/11).

Perkembangan per Sabtu (21/11), pukul 20.08 WIB, dua kecamatan, yakni Simpang Kanan dan Gunung Meriah, terdampak dengan total jumlah desa mencapai 10 desa. (H-1)
 

BERITA TERKAIT