02 November 2020, 08:00 WIB

Meski Badai Super Goni Jauhi Indonesia, BNPB Minta Tetap Waspada


Zubaedah Hanum | Humaniora

BADAI super Goni, satu dari lima badai terkuat di dunia pada tahun ini terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia, setelah memporakporandakan Filipina pada Minggu (1/11). Meski menjauh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap waspada.

Hasil analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Senin (2/11) pukul 19.00 WIB, taifun Goni akan berada pada 15.0LU 116.2 BT atau sekitar 1.310 kilometer sebelah utara Tarakan, Kalimantan Utara.

Arah geraknya ke barat dengan kecepatan 10 knots atau 20 km per jam menjauhi wilayah Indonesia. Sedangkan kecepatan angin maksimum diprediksi mencapai 50 knots atau 95 km per jam.

"Kendati bergerak menjauhi wilayah Indonesia, siklon tropis Goni tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Tanah Air," sebut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Ia menjelaskan, dampak tersebut adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Kemudian gelombang laut dengan ketinggian 4.0-6.0 meter juga berpotensi terjadi di perairan Laut Cina Selatan.

BNPB juga merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat kapasitas jajarannya dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu berbasis pengurangan risiko bencana.

Dalam hal ini, bencana alam yang dapat terjadi dan dipicu oleh faktor cuaca seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, angin kencang dan tanah longsor perlu dicegah dan diantisipasi dengan baik agar kemudian tidak menimbulkan korban jiwa.

Di Filipina, super taifun Goni menewaskan sedikitnya 10 orang dan membuat hampir satu juta orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Wilayah itu sebelumnya telah dikepung taifun Molave yang telah menewaskan 22 orang, kebanyakan karena tenggelam. Setelah dari Filipina, badai super Goni diprediksi menerjang Vietnam pada 5 November 2020 mendatang. (H-2)

BERITA TERKAIT