16 September 2020, 05:00 WIB

Ade Rai Proteksi dari Dalam


Bagus Pradana | Humaniora

MANTAN atlet binaraga Ade Rai, 50, ikut angkat suara mengenai pandemi covid19 yang terjadi di Tanah Air. Ia mengatakan pemahaman masyarakat tentang protokol kesehatan masih harus ditingkatkan jika ingin memutus rantai penularan covid-19 ini.

Ade yang juga merupakan praktisi kesehatan melihat jika pelaksanaan protokol kesehatan yang dipahami oleh mayoritas masyarakat Indonesia masih sebatas upaya proteksi dari luar semata. 

Menurutnya, proteksi tersebut harus ditingkatkan dengan turut mengubah pola perilaku ke arah yang lebih sehat atau yang ia sebut sebagai ‘proteksi dari dalam’.

“Nah, jadi kalau kita bicara toxicity, terutama virus atau bakteri, itu dikenal dengan yang namanya oportunis. Dia akan mengambil kesempatan dari tuan rumah yang ramah kepadanya. Ketika pola hidup sehat, kita menjadi tuan rumah yang buruk untuknya, pada saat itu apa yang bisa kita lakukan, kalau ada istilahnya protokol kesehatan, maka protokol kesehatan yang terbaik itu ialah proteksi dari dalam,” papar Ade Rai saat menjadi narasumber dalam Podcast Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (9/9).

“Proteksi dari dalam ialah dengan mengubah pola perilaku kita, itulah sesungguhnya yang disebut New Normal,” sambungnya.

Menurutnya, dalam kondisi pandemi yang tidak menentu seperti saat ini, kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama yang harus diupayakan semaksimal mungkin. 

“Kita harus aware dengan pola perilaku kita, aduh sekarang ini gue udah enggak punya duit. Namun, kalau enggak punya sehat, juga kebangetan. Enggak punya uang enggak apa-apa, tetapi di saat-saat seperti ini kita harus sehat,” jelas atlet pemilik nama I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha tersebut.

“Sehat tidak menarik waktu masih kita miliki, tapi menjadi begitu menarik saat dia pergi dari kita. Mencari sehat pada saat sehat masih kita miliki, sebenarnya masih mudah dan murah, apalagi untuk kita yang lagi enggak punya uang seperti sekarang ini. Kalau dia pergi dari kita, akan mahal dan susah,” lanjut Ade yang menjadi pemenang dalam kompetisi Superbody Professional 2000 dan Musclemania Professional 2000.


Pengalaman

Ade juga menceritakan pengalamannya yang harus jatuh bangun pada bulan-bulan awal pandemi mewabah di Indonesia. 
Pengalaman itu mengingatkan pada sebuah analogi tentang perbedaan orang bijaksana, pintar, dan bodoh yang bagi Ade cukup relevan untuk memetakan sikap orang-orang di masa pandemi covid-19 ini.

“Ada istilah yang mengatakan bahwa ‘orang yang bijaksana belajar dari kesalahan orang lain, itu mudah dan murah. Orang yang pintar belajar dari kesalahannya sendiri, itu mahal, jadi dia harus pernah jatuh dulu baru dia belajar,” ujarnya. 

“Namun, kalau orang yang bodoh, dia enggak pernah belajar dari kesalahannya sendiri,” lanjutnya.

Menurut Ade Rai, pandemi covid-19 ini telah banyak mengubah pandangan masyarakat utamanya tentang kesehatan. Banyak masyarakat yang lupa bahwa kesehatan ialah tanggung jawab pribadi karena terlalu sibuk menyalahkan orang lain yang tidak menaati protokol kesehatan.

“Nah, kondisi yang terjadi hari ini, kita harus kembali lagi untuk ‘take ownership’ atas kesehatan kita, nasib kesehatan kita itu di tangan kita sendiri,” pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT