31 August 2020, 17:07 WIB

Masyarakat Diajak untuk Merawat Hutan dan Laut di Indonesia


Wisnu AS | Humaniora

PERLU dibangun kesadaran di masyarakat untuk merawat dan menjaga hutan dan laut di Indonesia terutama sumber daya alam Tanah Papua dan Kepulauan Maluku. Namun, hal itu tentu bukan sebuah proses instan dan membutuhkan kerja keras.

Berangkat dari hal itu, Yayasan EcoNusa mengajak jurnalis, jurnalis lepas, blogger ataupun vlogger, untuk giat membuat tulisan atau video terkait isu sumber daya alam Tanah Papua dan Kepulauan Maluku juga laut Indonesia.

Baca juga: Ini 5 Inisiatif Indonesia dalam Pertemuan Lingkungan Sedunia

"Harapannya dengan semakin banyak tulisan atau video terkait isu sumber daya alam Tanah Papua dan Kepulauan Maluku juga laut Indonesia dapat menyadarkan dan mengajak publik secara luas untuk merawat dan menjaga hutan dan laut di Indonesia," ujar CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar dalam keterangan di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Sebagai informasi, Yayasan EcoNusa meluncurkan program bantuan terbatas bagi jurnalis, jurnalis lepas, blogger ataupun vlogger. Pendaftaran sudah dimulai dan akan ditutup pada Jumat (4/9/2020)  mendatang.

"Program pertama yakni Journalist Fellowship yang mengangkat tema Tanah Papua dan Maluku: Benteng Terakhir Hutan Indonesia. Program kedua adalah Journalist Fellowsea yang mengangkat tema Laut Masa Depan Bangsa," tukas Bustar.

Journalist Fellowship mengajak jurnalis media massa (cetak/online/TV), jurnalis lepas, blogger maupun vlogger khususnya di Tanah Papua atau Kepulauan Maluku untuk membuat liputan terkait isu sumber daya alam Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

"Isu terkait sumber daya alam yang dapat diangkat dalam Journalist Fellowship antara lain pengelolaan hutan, masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, ancaman yang dihadapi, dan juga perubahan iklim," jelas dia.

Sedangkan Journalist Fellowsea mengajak peserta untuk membuat liputan terkait isu laut di Indonesia seperti sampah plastik, kehidupan masyarakat pesisir, biota laut, dan sebagainya, guna membangkitkan menyuarakan isu lingkungan.

"Isu laut Indonesia yang dapat diangkat dalam Journalist Fellowsea adalah isu sampah plastik, ekosistem pesisir dan laut, peran pemuda dalam menjaga kelestarian laut, maupun kebijakan-kebijakan tata kelola pembangunan," terangnya.

Baca juga: Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Resmi Dibentuk

Ia menambahkan, Yayasan EcoNusa ingin memaksimalkan peran berbagai media yang ada, baik media cetak, media online, TV maupun blog dan YouTube untuk menyebarluaskan isu terkait sumber daya alam di Tanah Papua dan Kepulauan Malukul dan juga isu laut di Indonesia.

"Informasi lebih lanjut terkait program ini dapat mengunjungi situsYayasan EcoNusa di www.econusa.id," tutup dia. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT