26 August 2020, 15:05 WIB

Indonesia Kekurangan 300 Ribu Dai/Khatib


Lina Herlina |

BANYAKNYA banyak pondok pesantren di Indonesia seharusnya bisa melahirkan dai-dai baru. Nyatanya, negara ini masih butuh sekitar 300 ribu dai/khatib dari 30 ribu yang sudah ada saat ini.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin, Rabu (26/8), saat meresmikan Rumah Hafiz Quran di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Indonesia yang penduduknya mayotitas muslim, bisa menebarkan kebaikan lewat dai-dai yang lahir dari pesantren yang ada. Mereka bisa disebar ke seluruh wilayah nusantara.

"Kita berharap, semua pondok pesantren yang ada, mampu mencetak dai, sehingga bisa menutupi kebutuhan khatib yang banyak untuk seluruh pelosok tanah air," tukas mantan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tafiz Quran Wa Dakwah Gowa, yang juga Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan harapannya agar apa yang dibangun itu, bisa menciptakan generasi yang berakhlak baik.

"Dan tentu saja, jebolan pesantren itu bisa jadi penghapal quran dengan baik, dan bisa melahirkan dai-dai untuk masjid-masjid yang ada," ungkap Guntur Laupe.

Yayasan Pondok Pesantren Tafiz Quran Wa Dakwah Gowa ini sendiri lahir, bagi anak-anak tidak mampu atau kaum duafa dan anak yatim piatu. "Harapannya mereka bisa memanfaatkan rumah hafiz ini untuk menjadi penghapal al quran dan dai," ujar Guntul Laupe. (OL-13)

BERITA TERKAIT