25 August 2020, 04:38 WIB

Suara Guru Jelas tidak Terputus-putus


Widjajadi/X-7 | Humaniora

KETIKA sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring masih terkendala, kreativitas dan inovasi guru menentukan kelancaran pembelajaran siswa sekolah dasar (SD) di masa wabah covid-19.

Adalah Sigid Pambudi, guru kelas VI SD Mojo, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang memiliki ide untuk mengatasi komunikasi
pembelajaran dengan menggunakan pesawat handy talkie (HT). Cara itu ditempuhnya karena ada sejumlah siswa yang tidak memiliki sarana komunikasi smartphone.

“Di kelas saya ada 29 murid kelas VI. Sebagian di antara mereka tidak punya handphone sehingga saya harus berusaha dengan cara lain agar semua siswa bisa ikut belajar secara merata dan efektif,” ungkap Sigid seusai mengajar jarak jauh menggunakan teknologi breaker, kemarin.

Sigid sangat mengupayakan PJJ di luar daring ini agar siswa kelas VI bisa mempersiapkan diri secara maksimal menjelang masuk ke jenjang SMP. “Ini proses belajar tingkat akhir untuk menuju jenjang ke SMP sehingga anak-anak harus bisa mengikuti mata pelajaran secara baik dan intensif. Mungkin tidak maksimal, tapi belajar melalui HT memungkinkan komunikasi secara baik ketimbang daring yang kadang putus-nyambung, “ imbuhnya.

Pada awal PJJ untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai 13 Juli lalu, proses komunikasi cukup terkendala.

Namun, secara perlahan akhirnya siswa bisa menggunakan HT secara baik tanpa kendala.

Untuk kelancaraan PJJ dengan para siswa, Sigid menggunakan frekuensi VHF yang tidak harus mengatur tone dan lain-lain karena transmitter dan receiver sama, juga menempati frekuensi kosong. Itu memungkinkan suara tidak terganggu.

Yang jelas, lanjutnya, menggunakan teknologi HT ini lebih mudah. Anak anak juga tidak perlu menyediakan HT, tapi dipinjami oleh pihak sekolah, yang melakukan pengadaan dengan dibantu para donatur. Jadi semua anak pegang pesawat HT, dan proses PJJ model breaker ini akan berjalan selama satu semester.

“Ya mudah-mudahan wabah covid-19 segera hilang dari Kota Solo sehingga pembelajaran bisa dilanjutkan dengan tatap muka,” ujarnya lagi.

Proses PJJ dengan teknologi pesawat HT tersebut berlangsung tiap hari mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB, kecuali Jumat yang hanya
sampai pukul 11.30. KBM berlangsung lima hari.

Bila ada kekurangan dalam proses penyampaian materi pelajaran, Sigid mengadakan komunikasi lewat Whatsapp (WA).

Adapun bagi siswa yang tidak punya ponsel, informasi diberikan secara langsung ke rumah masing-masing keesokan harinya.

“Kegiatan belajar lewat HT ini menurut saya lebih efektif, komunikasi dengan guru tidak putus-putus. Saya dengar dari teman-teman yang belajar lewat internet, katanya suka putus-putus kalau jaringannya jelek,” ujar salah satu siswa. (Widjajadi/X-7)

BERITA TERKAIT