20 August 2020, 12:55 WIB

Pakar Kesehatan Sayangkan Bioskop Dibuka Kembali


Ihfa Firdausya | Humaniora

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyayangkan dibukanya kembali tempat wisata tertutup, antara lain bioskop. Menurutnya, tempat-tempat seperti bioskop dan gym masih berisiko lantaran adanya potensi transmisi aerosol.

"Sebenarnya kami tetap menyayangkan adanya upaya pembukaan ini. Kan bisa kita kategorikan wisata tertutup, seperti bioskop, mungkin juga resto tertutup dan lain-lain," kata Hermawan, Kamis (20/8).

"Karena di lapangan kami mengamati belum terlalu siap untuk manajemen kesehatannya terutama di mal-mal, bagaimana sirkulasi udara, suhu, dan lain-lain. Dengan adanya potensi aerosol transmission, ini menyebabkan risiko di dalam tempat-tempat pariwisata tertutup," jelasnya.

Baca juga: BPOM Diminta Independen untuk Loloskan Obat Covid-19

Hermawan menyebut hal itu sangat rentan menimbulkan transmisi covid-19.

"Jadi, tidak seharusnya terburu-buru karena di DKI pun untuk replikasi virusnya masih cukup tinggi. Di atas 1. Positivity rate-nya masih sekitar 6-8 persen. Jadi, masih cukup besar," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengizinkan bioskop, tempat fitness atau gym, dan permainan biliar untuk dibuka kembali hingga 27 Agustus.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 2976 Tahun 2020 tentang Perpanjangan PSBB Masa Transisi dalam Penanganan Pencegahan Penularan Covid-19 di Sektor Usaha Pariwisata. (OL-14)

BERITA TERKAIT