19 August 2020, 23:52 WIB

Wamenag ; UIN Jakarta Ikut Berkontribusi Merawat Kebhinekaan


Syarief Oebaidillah | Humaniora

WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengapresiasi peran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dalam merawat kebhinekaan dan kebangsaan di Indonesia. Sebagai kampus yang dikenal dengan pembaharuan pemikiran Islam-nya,

UIN Syarif Hidayatullah dinilainya banyak menghasilkan tokoh nasional seperti Harun Nasution, Nucholish Madjid, Quraish Shihab, dan Azyumardi Azra.

Hal itu ditegaskan Zainut saat menjadi pembicara kunci dalam webinar nasional Kontribusi Pendidikan Tinggi Islam dalam Merajut Kebhinekaan: Refleksi 75 Tahun Kemerdekaan RI yang juga jadi bagian dalam rangkaian Milad UIN Jakarta ke-63.

Zainut menyebut, para tokoh yang berasal dari UIN Jakarta ini memperlakukan khazanah Islam sebagai “tradisi yang hidup (living tradition), yang dikembangkan secara kritis, ilmiah dan kontekstual.

"Mereka menjadi ikon bagi terjadinya perjumpaan karakter dan budaya secara utuh, hasil dari dialektika nilai-nilai keilmuan yang positifistik dan nilai-nilai keislaman yang memiliki aspek aksiologis. Dan legacy mereka sangat penting untuk terus dikaji, didesiminasi di ruang-ruang publik agar dunia turut menerima manfaatnya," kata Zainut.

Ia menegaskan, semangat para tokoh tersebut penting untuk terus diwariskan. Merawat tradisi dan integrasi di UIN adalah bagian dari merawat kebhinekaan dan kebangsaan Indonesia, karena UIN adalah miniatur Indonesia, dan UIN dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama.

"Sejauh pengamatan saya, adalah komitmennya pada nilai-nilai Islam yang moderat, wasathiyah, yang berlandaskan pada keislaman, keilmuan, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Komitmen pada nilai-nilai ini jelas telah memberikan kontribusi besar dalam upaya bersama merawat dan merajut kebhinekaan Indonesia. Penguatan nilai-nilai ini bahkan menjadi semakin relevan di tengah merebaknya tren fanatisme, radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, " papar Zainut.

Baca juga : Kemendikbud Galang Kolaborasi Dorong Ekosistem Reka Cipta

Zainut yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menjelaskan, Institusi pendidikan tinggi Islam konvensional mesti menjawab menjamurnya lembaga pendidikan tinggi maupun lembaga pendidikan Islam yang menerapkan pembelajaran secara daring (online) di era kini, terutama dalam menyikapi masa pandemi Covid-19.

Kelas-kelas internasional secara online telah dibuka oleh kampus-kampus besar dunia. Di tengah perjuangan kita merawat kebhinekaan Indonesia dari ancaman hoaks dan misinformasi di dunia maya yang kerap mengatasnamakan agama.

Menurutnya, untuk menjawab tantangan zaman itu, Kementerian Agama akan terus memperhatikan dan mendukung upaya UIN Jakarta agar dapat segera mencapai Universitas generasi ketiga, yakni universitas yang bertujuan mengembangkan pendidikan dan riset, plus tahu bagaimana memanfaatkan ilmu pengetahuan melalui knowledge management, serta berperan menciptakan nilai, tenaga ahli profesional atau ilmuwan plus wirausahawan.

Selain itu juga sigap merespon persaingan pasar internasional, serta memiliki kemandirian dan jati diri sebagai pengawal kebhinekaan dan keberagaman dalam bingkai NKRI.

Zainut juga mengapresiasi peringatan Milad UIN Jakarta ke 63 kali ini diisi dengan kegiatan santunan, dan launching buku “Esai-esai Moderasi Beragama Mahasiswa UIN Jakarta” dan buku "Antologi Puisi Cinta untuk UIN Jakarta”.

"Semoga kegiatan tersebut maslahat, dan dua buku tersebut turut menjadi lentera penerang bagi moderasi beragama, kebhinekaan dan kebangsaan di Indonesia," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT