10 August 2020, 23:03 WIB

Jelang Peringatan Kemerdekaan Penjual Bendera Sepi Pembeli


Kristiadi | Humaniora

Peringatan Hari Kemerdekaan ratusan penjual pedagang bendera merah putih dan aksesoris mengeluhkan sepi pembeli di masa pandemi Covid-19 tahun ini. Biasanya, memasuki awal bulan Agustus mereka sudah ramai dan bisa menambah stok barang dagangan menginjak puncak kemerdekaan.

Pantauan di beberapa lokasi di wilayah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan daerah lainnya para pedagang bendera merah putih tetap bertahan menunggu para pembeli. Karena, selama ini penjual tersebut masih belum membawa uang lebih ke rumah terutama di tengah pandemi Covid-19.

Salah seorang penjual bendera Mahmudin, 46, mengatakan tidak bisa meraup keuntungan. "Pada tahun sekarang memang ada yang beli paling sehari satu buah dan terkadang tidak ada yang membeli, tetapi kalau tahun kemarin bisa menambah stok karena dagangan sudah habis. Akan tetapi, sekarang pembelinya tidak ada karena kondisinya masyarakat selama ini kebanyakan menggunakan yang sudah ada," katanya, Senin (10/8).

Mahmudin mengatakan, di masa pandemi Covid-19 penjualan bendera merah putih saat ini memang tidak laku dan warga sekarang ini lebih banyak memilih membeli masker apalagi terdapat aturan wajib masker oleh Wali Kota Tasikmalaya. Namun, selama ini sempat juga berpikir membuat masker yang berbahan kain merah putih tapi niatnya urung dilaksanakan karena diperbolehkan oleh aturan atau tidak.

"Sebetulnya sekarang lebih lakunya itu menjual masker, saya pernah berniat akan membuat masker merah putih, tetapi dipikir-pikir saya akan dihukum atau tidak karena disebutnya bendera pusaka. Saya takut ada apa, jadi saya urungkan niatnya itu. Padahal kalau saya bikin, itu pasti laku di masa Agustusan pandemi sekarang ini," ujarnya.

Sementara itu, pembeli bendera merah putih Asep MS, 40, mengatakan, harga bendera saat ini memang ada kenaikan dan mereka menjual bervariasi antara Rp30 ribu sampai Rp 40 ribu. Sedangkan, untuk umbul-umbul tergantung panjang dan pendeknya antara Rp 80 sampai Rp 100 ribu namun selama ini masyarakat di masa pandemi Covid-19 paling banyak telah membeli masker.

"Memang di masa pandemi Covid-19 selama ini ada dua alternatif yang dilakukan warga di seluruh daerah mulai membeli masker hingga bendera berbahan plastik mereka jual seharga Rp 3.000 per bungkus. Namun, para penjual bendera musiman itu paling banyak berasal dari Kabupatn Ciamis," paparnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT