11 June 2020, 21:04 WIB

Lagi, Masyarakat Diimbau agar Hindari Kerumunan


Atalya Puspa | Humaniora

TIM gugus tugas penanganan covid-19 kembali menegaskan kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan. Soalnya, jika masih berkerumun akan mempersulit penelusuran kontak yang kini tengah gencar dilakukan pemerintan.

"Hindari kerumunan. Berdasarkan tracing yang kita lakukan, kita tidak bisa identifikasi siapa kontak dekat karena berasal dari kerumunan. Pasar, tempat tertentu, ini memberikan ruang bagi proses penularan," kata juru bicara tim penanganan covid-19, Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/6).

Terpisah, Tim Peneliti FKM UI - Bappenas untuk Pemodelan Skenario Covid-19 di Indonesia, Pandu Riono menyatakan hal senada. Dirinya memberikan contoh, apabila ada 50 orang yang berkumpul dalam satu ruangan, maka risiko penularan covid-19 mencapai 92%.

Baca juga :Sejak Beroperasi Normal, Sudah 13 Ribu Warga Naik MRT Jakarta

"Kalau ada 25 orang, itu juga sama saja. Risiko penularannya mencapai 73%," kata Pandu.

Contohnya, ujar Pandu, PSBB yang diterapkan di Jakarta terbukti berhasil menurunkan angka risiko penyebaran.

"Di DKI Jakarta itu dari Februari ke April ada perubahan, meski tidak sempurna. Dulu satu orang bisa menularkan ke banyak, sekarang satu orang melularkan hanya ke 0,96 orang. Artinya penularan dari satu orang itu butuh waktu lama," tuturnya.

Dia menambahkan, bahwa  vaksin covid-19 saat ini yakni jaga jarak. ‘’Kalau kita jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, separuhnya bisa kita kurangi," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT