17 July 2019, 08:13 WIB

Planetarium Jakarta Rutin Ajak Teropong Angkasa 72 Kali Setahun


Antara | Humaniora

PLANETARIUM dan Observatorium Jakarta mengajak masyarakat rutin melakukan peneropongan malam terhadap bulan dan planet di luar angkasa sebanyak 72 kali dalam setahun. Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, di Jakarta, Selasa (16/7) malam, mengatakan peneropongan malam rutin dilakukan dengan objek bulan, Saturnus, Mars dan Jupiter. Ditemui di sela kegiatan peneropongan gerhana bulan sebagian, di pelataran Planetarium dan Observatorium Jakarta, ia mengatakan peneropongan rutin juga digelar secara gratis.    

Minat masyarakat melakukan peneropongan malam, kata dia, cukup besar karena rata-rata diikuti 200-300 orang setiap kegiatan.        

"Jadi, kami rutin dalam satu tahun mengadakan 72 kali peneropongan (rutin) bulan, Mars, Jupiter dan Saturnus dilihat pada posisinya. Ditambah fenomena-fenomena astronomi lainnya," jelasnya.    

Fenomena astronomi lainnya, antara lain gerhana bulan sebagian yang sedang berlangsung, atau konjungsi yakni ketika posisi planet-planet saling berjajar. Pada tahun ini Eko menyebutkan ada tiga fenomena gerhana, yakni gerhana bulan sebanyak dua kali pada Januari dan Juli ini, dan gerhana matahari pada Desember mendatang.    

baca juga: Gempa Bali Ikut Rusak Bangunan hingga ke Jawa Timur

Sebelumnya, Planetarium dan Observatorium Jakarta mempersilakan masyarakat yang ingin melakukan peneropongan gerhana bulan secara langsung. Peneropongan gerhana bulan berlangsung pada Selasa (16/7), mulai pukul 21.00 hingga Rabu (17/7) pukul 06.00 WIB yang berlangsung gratis dan terbuka untuk umum.  Awal gerhana bulan sebagian diperkirakan dimulai Rabu (17/7), pukul 01.43 WIB.Selain pengamatan terhadap gerhana bulan sebagian, Jupiter dan Saturnus, Planetarium dan Observatorium Jakarta juga menggelar diskusi tentang gerhana bulan. (OL-3)

BERITA TERKAIT