06 April 2019, 16:59 WIB

5 Provinsi Masuk Kategori Sangat Kekurangan Tenaga Kesehatan


Sri Utami |

UPAYA pemerintah menciptakan masyarakat yang sehat tidak bisa lepas dari pemerataan tenaga kesehatan di berbagai daerah termasuk di wilayah perbatasan dan terpencil.

Pemerataan tenaga kesehatan hingga kini masih menghadapi masalah sehingga terjadi penumpukan tenaga kesehatan khususnya dokter di daerah tertentu.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) kementerian Kesehatan Trisa Wahjuni Putri saat dihubungi, Sabtu (6/4) mengatakan dari data yang dimilikinya setidaknya ada 5 provinsi yang masih sangat kekurangan tenaga kesehatan di puskemas dan rumah sakit yakni Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Barat dan Papua.

Hal itu disebabkan oleh keengganan tenaga kesehatan yang mengabdi di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar (DTPK)

"Banyak yang tida mau karena masih di daerah DTPK. Daerah biasa yang kurang diminati dan tidak dipilih lagi saat roll over," ungkapnya.

Baca juga : Petugas Kesehatan Haji Wajib Jalani Tes Napza

Permasalahan tersebut, lanjut Trisa harus diselesaikan dengan dibuatnya regulasi yang tepat termasuk Perpres yang tengan digodok untuk dapat melakukan pemerataan tenaga kesehatan.

"Upayanya harus bersama (Pemerintah daerah) dengan regulasi kuat daerah karena kesehatan sudah desentralisasi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan saat ini baru 12 provinsi yang memiliki pemerataan tenaga kesehatan sesuai standar peraturan pemerintah dengan rasio 42 dokter untuk 100 ribu penduduk.

Sedangkan daerah Sulawesi Barat, NTT, Maluku utara, sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua, Lampung, Papua Barat, Kalsel, Jateng, Jatim, Sumsel, Bengkulu dan Jabar memiliki rasio jumlah tenaga kesehatan atau dokter yang paling rendah.

"Ini dari ratio belum memenuhi tapi dokter penumpuk di Jakarta sampai 175 untuk 100 ribu penduduk.  Begitu juga di Bali, Yogya, Sumut, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kaltim, Sulsel dan Banten," ungkapnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT