05 April 2019, 13:15 WIB

100 Tahun RA Kosasih, Kantor Pos Rilis Prangko Jagoan Indonesia


Purba Wirastama |

ASOSIASI Komikus Indonesia (AKSI), Kemkominfo, dan Pos Indonesia secara resmi meluncurkan prangko edisi spesial bertema jagoan komik Indonesia, Kamis (4/4).

Hari peluncuran itu bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran RA Kosasih, mendiang komikus senior yang didaulat sebagai Bapak Komik Indonesia.

Rilisan pertama berisi 18 lembar prangko dengan gambar profil karakter Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu, dan Gundala.

Ketiga tokoh itu mewakili era, genre, dan komikus berbeda dalam lanskap komik jagoan. Tiga prangko punya nominal Rp10 ribu. Lalu 15 lembar lain versi standar dengan nominal Rp3 ribu.

Sebagai seremoni, cetakan edisi pertama diberikan secara simbolik kepada pihak ahli waris ketiga karakter.

Ketua AKSI Faza Meonk mengaku bahagia karena komik bisa memiliki karya turunan berupa prangko. Prangko bisa menjadi bagian dari strategi budaya karena potensi peredaran yang luas lewat kartu pos dan lewat jejaring filateli.

Baca juga: Ikatan Alumni HI Unpar Selenggarakan Diskusi Nasional

"Komik bisa menjadi hulu, pembuka gerbang bagi produk industri kreatif. Komik bisa jadi film, gim, merchandise, bahkan sekarang prangko. Ini kemajuan komik dan sekaligus kemajuan bangsa. Menurut saya, bangsa maju adalah bangsa yang bisa menghargai seniman," kata Faza dalam acara seremoni di Gedung Filateli Pasar Baru, Jakarta.

Ikhsan Baidirus, Sekjen Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Kemkominfo, menyebut bahwa prangko bisa menjadi pembawa pesan "kehebatan bangsa".

"Prangko itu memang kecil, tetapi isinya jutaan kata karena memuat gambar. Si Buta akan bercerita banyak sekali tentang Indonesia. Prangko-prangko itu akan melayang tanpa batas di seluruh dunia, membawa pesan kehebatan bangsa kita," kata Ikhsan dalam kesempatan sama.

Sri Asih diciptakan RA Kosasih dan diyakini sebagai tokoh komik jagoan pertama Indonesia. Tokoh ini juga menjadi cikal bakal film adaptasi komik jagoan pertama Indonesia, yang dirilis di bioskop pada 1954.

Si Buta diciptakan mendiang Ganes TH, diterbitkan pertama sebagai buku komik pada 1967, dan berjasa mendorong popularitas komik silat hingga beberapa tahun kemudian. Tokoh ini juga telah diadaptasi menjadi tujuh film bioskop, dua serial televisi, dan satu film baru yang sedang dikembangkan Timo Tjahjanto.

Gundala diciptakan mendiang Harya Suraminata (Hasmi) dan terbit sebagai komik adisatria (superhero) Gundala Putra Petir pertama 50 tahun silam.

Film adaptasi pertama digarap sutradara Lilik Sudjio dan dirilis 1981. Film versi terbaru digarap sutradara Joko Anwar dan akan dirilis tahun ini.

Sejak dua dekade terakhir, tokoh-tokoh komik jagoan seperti Gundala, Si Buta, dan Sri Asih dikelola dalam naungan studio komik BumiLangit. BumiLangit telah menyiapkan sedikitnya 10 proyek film adaptasi berdasarkan karakter tersebut. Dua proyek yang telah diumumkan adalah Gundala dan Si Buta.

Gundala menjadi film pertama yang akan dirilis tahun ini. Tokoh Sancaka alias Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT