07 July 2022, 05:15 WIB

Thor: Love and Thunder, Epik, Asyik, Gorr Bisa Lebih Baik


Andhika Prasetyo |

Kehadiran Gorr The God Butcher tidak membuat Thor: Love and Thunder sekelam dan segelap yang sempat terbayang.

Bukan karena lakon Christian Bale yang mengecewakan. Hanya saja, karakternya seakan tidak mendapat kesempatan yang lebih banyak dan tidak dieksplorasi secara lebih layak.

Kekejaman Sang Pencabut Nyawa para dewa tidak ditampilkan secara gamblang. Sebagian besar hanya sekadar narasi-narasi yang tentu kurang memenuhi ekspektasi. Di sini, Taika Waititi jelas sudah menyia-nyiakan musuh besar penuh ambisi.

Baca juga: Para Bintang Berbagi Kesan Soal Thor: Love and Thunder

Namun, di luar itu, semua sangat memuaskan. Film keempat Dewa Petir itu menyuguhkan paket aksi dan komedi yang begitu menghibur. 

Baku pukul dan lawakan bertebaran di mana-mana. Tidak banyak drama atau cerita bertele-tele. Kalau kata anak muda kekinian langsung 'sat set sat set'.

Chris Hemsworth menjalankan tugasnya sebagai Odinson tanpa cela. Chemistry-nya dengan Natalie Portman sebagai Jane Foster a.k.a The Mighty Thor, yang juga memegang peran kunci di film ini, begitu kuat.
Keduanya mungkin bisa dinobatkan sebagai Couple of the Phase 4. Ya, Wanda dan Vision tolong ke pinggir dulu sebentar.

Christian Bale, sebagai antagonis, memainkan perannya dengan sempurna. Di beberapa kesempatan, tanpa perlu menggunakan dialog, Gorr bisa mengubah film menyenangkan ini menjadi horor. 

Namun, sekali lagi, Gorr The God Butcher seharusnya bisa jauh lebih epik dari ini.

Satu hal lain yang juga patut diapresiasi dari Thor: Love and Thunder adalah keberanian Waititi. Ia berani memutus tren fan service yang dilakukan Jon Watts di Spiderman: No Way Home dan Sam Raimi di Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Tanpa menampilkan karakter-karakter asing yang dielu-elukan, sutradara asal Selandia Baru itu bisa membuat penonton riang gembira, meninggalkan studio bioskop dengan suka cita.

Pemilihan soundtrack juga menjadi salah satu kekuatan tersendiri. Lagu-lagu lawas yang enerjik dari Guns 'N Roses dan yang mendayu-dayu dari ABBA serta Enya membuat film ini begitu berbeda, asyik, tapi aneh, tapi asyik. (OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT