25 June 2022, 21:24 WIB

Baim Wong Mengaku Sempat Cemas Saat Kiano Mau Disunat


mediaindonesia.com |

KIANO Tiger Wong, putra pertama dari Baim Wong dan Paula Verhoeven, telah menjalani proses sunat.

Kiano disunat di usianya yang menginjak 2 tahun  pada Senin (20/6) lalu di Rumah Sunat dr. Mahdian.

Bahkan momen sunatan Kiano ini diabadikan di kanal YouTube Baim Paula. Mulai dari mencari tempat sunat hingga proses sunatnya.

“Yang ini (Kenzo) malah udah sunat, yang ini (Kiano) belum. Mama gimana nih ya?” kata Baim saat hendak berencana menyunat Kiano.

“Waktu itu kan mau disunat, waktu 3 bulanan terus tiba-tiba covid. Jadi, aku takut ke rumah sakit. Akhirnya enggak jadi sunat. Makanya sekarang aku mau lihat gimana proses sunatnya. Apalagi, ini kan beda ya, pakai metode dr. M Optical MASER,” ucap Paula.

Diketahui, Kenzo Eldrago Wong putra keduanya sudah lebih dulu disunat beberapa hari setelah lahir. Kini, Kiano yang minta sendiri untuk disunat.

Sesampainya di Rumah Sunat dr. Mahdian, tidak terlihat gurat kecemasan di wajah Kiano. Ia bahkan masih tetap aktif main-main dan berjalan mengelilingi klinik Rumah Sunat dr. Mahdian.

“Kiano..Kiano.. siap ya?” tanya Baim pada sang anak.

“Siappp…” jawab Kiano.

Adapun yang menyunatkan Kiano adalah dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS owner Rumah Sunat dr. Mahdian, klinik sunat modern pertama dan terbesar di Indonesia.

Baca juga: AmPm Berkolaborasi dengan Nathan Hartono di Tokyo On My Mind

Kiano menjalani proses sunat menggunakan teknologi 'sunat laser' yang sebenarnya. Proses sunatnya tidak memakan waktu lama, hanya tiga menit.

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS sunat laser yang dijalani Kiano merupakan metode sunat terbaru yang ada di kliniknya dan pertama di Indonesia, yaitu dr.M Optical MASER (Microwave Amplification by the Stimulated Emission of Radiation)

Meski, istilah metode ‘sunat laser’ sudah cukup familiar di masyarakat, namun ternyata keliru. Sunat laser yang digunakan sebenarnya adalah tindakan electric cauter.

Electric cauter ini berupa lempengan logam yang dipanaskan. Jika mengalirkannya dengan listrik, maka ujung logam akan menjadi panas dan berwarna merah, sehingga bisa untuk memotong kulup.

Berhubung metode sunat laser berupa lempengan logam yang dipanaskan, salah-salah penggunaannya bisa menyebabkan luka bakar.

Berbeda dengan electric cauter, dr. M Optical MASER ini tidak menimbulkan rasa panas dan juga luka bakar.

Adapun alasan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menghadirkan  teknologi dr.M Optical MASER ini adalah lantaran memiliki  risiko komplikasi yang minimal, lebih aman karena tidak menimbulkan panas yang bisa menyebabkan luka bakar, serta tidak menyebabkan kerusakan jaringan.

Selain itu, memiliki risiko amputasi yang minimal, waktu tindakan hanya tiga menit,  perdarahan relatif minimal hingga hampir tanpa perdarahan.

Metode sunat ini bisa digunakan untuk segala usia dengan hasil sunat yang lebih rapih dan proses penyembuhannya lebih cepat sehingga bisa langsung beraktivitas.

Lebih lanjut, sebelum disunat, Kiano diberikan anestesi tanpa menggunakan jarum suntik.

“Kiano, akhirnya udah disunat Bosque pakai metode dr. M Optical MASER. Awalnya, saya dan Paula sempet deg-degan ya. Tapi Alhamdulillah, proses sunatnya berjalan lancar," ujar Baim.

"Biusnya juga enggak pakai jarum suntik. Terima kasih banget sama Rumah Sunat dr. Mahdian yang udah kasih pelayanan terbaik buat kami,” tutup Baim. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT