24 June 2022, 07:30 WIB

Travie McCoy Mengaku Nyaris Bunuh Diri di Single The Bridge


Basuki Eka Purnama |

TRAVIE McCoy merilis lagu dan video klip terbaru berjudul The Bridge, yang diambil dari  albumnya yang akan datang Never Slept Better, yang siap dirilis 15 Juli 2022 mendatang lewat Hopeless Records. 

Video musik The Bridge disutradarai oleh Spaced Visuals dan menggunakan konsep yang telah McCoy bangun selama bertahun-tahun. 

Video tersebut membawa para penonton ke ruang pikiran McCoy saat ia pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Jembatan yang dihadirkan di video ini menjadi penggambaran batas antara kehidupan dan kematian. 

Baca juga: Johnny Depp akan Lakukan Tur Konser Bareng Hollywood Vampires

Teman McCoy, Trevor Shannon, yang merupakan seorang performer dan penerjemah American Sign Language (ASL), membintangi video The Bridge. Kolaborasi McCoy, Shannon, dan Elohim — yang turut ditampilkan di lagu ini — menguak sisi lain dari album paling personal McCoy yang segera dirilis, Never Slept Better.

"Aku adalah seorang CODA (child of deaf adults)," ujar Shannon. "Kedua orangtuaku merupakan tuna rungu dan American Sign Language adalah cara komunikasi yang kami gunakan. Kedua orangtuaku sangat berharga bagiku dan aku tidak dapat membayangkan hidupku tanpa mereka,"

"The Bridge adalah lagu yang sangat penting bagiku dan lebih dari sekadar sebuah lagu," ujar McCoy. "Lagu ini adalah pesan untuk semua orang yang sedang melalui masa-masa tersulit khususnya di tengah pandemi covid-19, ditambah berbagai ketakutan yang harus dilewati. Aku selalu mengatakan kepada anak-anakku dan semua pendengar musikku bahwa aku dan musikku selalu ada untuk mereka. Aku selalu transparan dari segi musikku. Tahun 2020 merupakan tahun terburuk dalam kehidupanku dan kehidupan banyak orang. The Bridge adalah momen aku berbicara kepada diriku sendiri di salah satu masa tergelap dalam hidupku dan memberikan cahaya kepada semua orang bahwa mereka tidak sendiri."  

McCoy melanjutkan, "Tidak hanya lagunya, namun visual lagu ini menceritakan hal itu. Aku paham, aku di sini dan aku akan terus di sini! Aku masih setakut dan seskeptis kalian semua. Aku ingin berterima kasih kepada temanku Trevor dan komunitas ASL atas dukungan mereka untuk menambah awareness terhadap hal yang kita lalui dan juga orang-orang yang memiliki disabilitas yang sedang melalui hal yang sama. Aku telah membakar banyak jembatan di hidupku, saatnya aku membangun jembatan-jembatan baru." 

McCoy sebelumnya telah merilis sejumlah single dan video klip dari albumnya mendatang meliputi Stop It, A Spoonful Of Cinnamon, dan Loved Me Back To Life, yang menampilkan cameo dari GaTa (Dave dari FXX), Zach Holmes (Zackass), Toby Morse (H2O, Hazen Street), Wes Period, dan Chad Tepper.

Tumbuh sebagai anak birasial di Geneva, NY, McCoy tumbuh mencintai musik hardcore dan punk rock, bersama dengan hip hop dan R&B, dan bukannya memilih satu jalur, ia muncul dan menciptakan musik yang menggabungkan berbagai genre dan mengubah dunia musik alternatif modern dan pop. 

Ia membentuk Gym Class Heroes, sebuah grup yang menemukan komunitas di ruang alternatif/punk, tapi juga berhasil masuk ke ruang mainstream dengan hits seperti peraih 3x Platinum Cupid's Chokehold dan Stereo Hearts. 

Namun, sebagai solois, ia mencapai pencapaian baru dan membantu beberapa artis baru memulai karir mereka, dengan lagu-lagu seperti peraih 4x Platinum, Billionaire ft Bruno Mars.

Melalui semua ini, McCoy juga mulai berjuang melawan kecanduan dan depresi, yang membawanya ke momen yang hampir mengakhiri karier dan hidupnya. 

Setelah berusaha untuk pulih dan melawan kegelapan dalam dirinya, ia mulai kembali merasa kreatif, dan memutuskan bahwa ia akan jujur pada dirinya sendiri dan keahliannya. Ia ingin menulis musik yang ia yakini 100% - dimana ia bisa mencurahkan hati dan jiwanya - dan bisa menjadi sarana ekspresi diri yang sempat hilang darinya.

Hasilnya adalah Never Slept Better – album paling jujur yang sangat kuat dari kariernya selama ini. 

Dengan judul album yang merujuk pada The Most Dangerous Game karya Richard Connell, album ini merangkum 10 tahun terakhir kehidupan McCoy dengan kejujuran yang brutal. Ini adalah perjalanan yang menceritakan cobaan dan kesengsaraan dari kecanduan, krisis kesehatan mental, dan sulitnya melalui berbagai karakter yang berbahay di industri musik, untuk sampai ke tempat di mana ia akhirnya bisa merasa damai.

Album ini bisa saja menjadi sebuah album yang gelap dan menyedihkan, namun dengan McCoy, di mana ada kegelapan, ada juga kegembiraan dan harapan. 

Setelah bertahun-tahun mengarungi dunia yang penuh bahaya, McCoy telah mengumpulkan musik yang paling jujur dan emosional dalam karirnya. Dan dia tidak pernah bisa tidur senyenyak ini sebelumnya. (RO/OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT