12 May 2022, 06:45 WIB

Everything Everywhere All At Once, Film Fiksi Ilmiah Komedi


Basuki Eka Purnama | Hiburan

FILM Everything Everywhere All At Once, karya duo Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, membawa penonton ke dalam petualangan melewati multisemesta.

Film ini dibintangi Michelle Yeoh, yang berperan sebagai pemilik penatu bernama Evelyn Wang, yang kesulitan dalam berinteraksi dengan keluarga dan membayar pajak.

Setelah didatangi ayahnya yang sudah menua, kian banyak hal yang menyibukkan Evelyn ketika melakukan pertemuan dengan agen IRS (Jamie Lee Curtis) saat suami Evelyn tidak disangka memperkenalkannya kepada multisemesta. 

Baca juga: Wanda Jadi Antagonis di Doctor Strange 2, Ini Kata Elizabeth Olsen

Evelyn dan versi dirinya yang mungkin terjadi dengan pilihan hidup berbeda mendapat tugas untuk menyelamatkan hidup dari malapetaka yang akan datang.

"Multisemesta adalah hal yang luar biasa dalam mengeksplorasi naratif atau dalam film karena begitu kau memperkenalkan gagasan peluang yang tidak terbatas, apa yang terjadi dalam film tidak lagi berarti," kata Kwan. dikutip Rabu (11/5).

"Ini jadi peluang untuk mengeksplorasi pikiran menyeramkan dan perasaan yang beresonansi secara filosofis, semakin kita membicarakannya, semakin kita merasa itulah rasanya abad ke-21," timpal Scheinert.

Duo yang dikenal sebagai Daniels itu pernah menyutradarai video klip dan film Swiss Army Man (2016).

"Butuh kerja keras saat ini untuk mengejutkan orang karena kita sudah melihat banyak hal," kata Kwan.

"Semuanya sekuel. Semuanya bagian dari waralaba atau remake. Dan karenanya, kami harus terus menulis ulang karena kami terus mencari hal yang benar-benar terasa baru," lanjutnya.

Terkait dengan akar budaya Kwan, dialog dalam film ini mencampurkan Mandarin, Kanton, dan Inggris. Ide awalnya ditulis untuk bintang Hong Kong Jackie Chan dan Yeoh.

"Begitu kami menyadari Jackie Chan sangat mahal dan terkenal dan sibuk, kami memutuskan untuk fokus terhadap karakter Michelle karena kami menyukainya dan karakternya. Dan sejujurnya, skenario itu menjadi hidup. Jadi itu memang yang terbaik," pungkas Scheinert. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT