19 April 2022, 20:29 WIB

Podcast Komedi Satire Musuh Masyarakat Duetkan Tretan Muslim dan Adriano Qalbi di Season Terbaru 


Mediaindonesia.com | Hiburan

BAGI penggemar komedi satire dan dark, podcast bertajuk Musuh Masyarakat yang diputar di aplikasi Noice pasti sudah tidak asing. Podcast ini menjadi unik karena membahas beragam kontroversi dan opini yang tidak populer di masyarakat Indonesia secara terbuka. 

Tepat pada 7 April 2022, podcast Musuh Masyarakat memasuki Season ke-5 dengan membawa co-host baru, Adriano Qalbi, untuk menemani Tretan Muslim dalam menghadirkan obrolan dari perspektif yang "berseberangan" dengan suara mayoritas. 

Mengawali season terbaru, Adriano Qalbi dan Tretan Muslim hadir dengan episode perdana berjudul ‘Kami Mendukung Birokrasi Berbelit-Belit’, keduanya membahas beberapa contoh kasus dari sistem pemerintahan di Indonesia yang mereka rasa sangat berbelit-belit dan rumit. 

“Menyampaikan opini yang tidak populer di masyarakat tentu bukan hal yang mudah dilakukan apalagi jika bermaksud memberikan kritik membangun untuk pihak tertentu. Lewat podcast Musuh Masyarakat, kami menghadirkan kritik dan opini tersebut secara terbuka dengan dibalut komedi yang kami harapkan bisa menghibur para pendengar. Secara tidak langsung, lewat podcast, kami juga ingin membuka ruang diskusi terkait berbagai hal tidak mainstream yang kami bahas dan kami berharap pesannya bisa dirasakan secara emosional oleh mereka yang mendengarkan podcast ini.” jelas podcaster Noice Original, Musuh Masyarakat, Adriano Qalbi dalam keterangannya. 

Baca juga : Absen Lima Tahun, Audy Kembali Merilis Single Lewat Karya Legenda Dodo Zakaria

Berbekal latar belakang dan pengalaman yang mumpuni sebagai seorang pelawak tunggal atau standup comedian, Tretan Muslim dan Adriano Qalbi telah dikenal dengan opini dan materi komedi yang thought-provoking, tidak hanya mengajak pendengarnya untuk tertawa tapi juga merangsang pemikiran mereka. 

Dalam episode perdana podcast Musuh Masyarakat, Tretan Muslim dan Adriano Qalbi juga mengundang tamu bernama Gamayel, yang berprofesi sebagai polisi dan juga seorang standup comedian. Mereka membahas beberapa kasus menarik terkait sistem birokrasi Indonesia yang dirasa berbelit-belit dan rumit, seperti warga Bulukumba yang meninggal saat mengurus BPJS, menggambarkan bahwa masih ada beberapa daerah yang memiliki birokrasi buruk pada pelayanan fasilitas kesehatan. 

Topik lainnya yang dibahas adalah soal rumitnya perjalanan mengurus SIM di beberapa daerah karena harus melalui berbagai proses administrasi, tes teori hingga tes praktik yang medannya sengaja dibuat lebih sulit daripada jalanan umum. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT