10 February 2022, 10:39 WIB

Cedera Kepala Jadi Penyebab Kematian Bob Saget


Basuki Eka Purnama | Hiburan

PENYEBAB kematian komedian Bob Saget pada bulan lalu terungkap. Ia meninggal karena trauma pada bagian kepala, menurut keterangan pihak keluarga, Rabu (9/2) waktu setempat.

"Mereka (pihak berwenang) menyimpulkan dia secara tidak sengaja membenturkan bagian belakang kepalanya pada sesuatu, tidak memikirkannya dan pergi tidur. Tidak ada obat-obatan atau alkohol yang terlibat," kata keluarga Saget, Kamis (10/2).

Komedian dan bintang serial Full House itu ditemukan meninggal dunia pada 9 Januari di sebuah kamar hotel di Florida. Dia sempat mengisi acara bagian dari tur stand-up-nya di daerah itu malam sebelumnya.

Baca juga: Ini Pentingnya Gaya Hidup Seimbang, Menurut Nana Mirdad

Kantor pemeriksa medis di Orange County, Florida, tidak segera membalas pesan yang meminta perincian tentang penyelidikan mereka pada Rabu (9/2) malam.

Menurut pihak berwenang, bulan lalu, Saget ditemukan terbaring di ranjang hotel dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Seorang petugas keamanan hotel memutuskan memasuki kamar setelah Saget telat untuk check out. Petugas itu juga menghubungi telepon darurat 911.

Pihak berwenang dan paramedis datang ke kamar Ritz Carlton itu dan Saget dinyatakan meninggal.

Saget terkenal karena perannya sebagai ayah tunggal Danny Tanner di sitkom Full House dan sebagai pembawa acara America's Funniest Home Videos.

Kematian Saget menimbulkan duka dari penggemar dan kolega. Mereka mengenangnya sebagai orang yang lucu dan baik.

Masih dalam pernyataan yang sama, Rabu (9/2), keluarga Saget mengatakan pihaknya bersyukur karena telah diliputi dengan curahan kasih sayang dari para penggemar dan merasa terhibur karenanya.

"Saat kami terus berduka bersama, kami meminta semua orang untuk mengingat cinta dan tawa yang dibawa Bob ke dunia ini, dan pelajaran yang dia ajarkan kepada kami semua: untuk bersikap baik kepada semua orang, untuk membuat orang yang Anda cintai tahu bahwa Anda mencintai mereka, dan menghadapi masa-masa sulit dengan pelukan dan tawa," kata
keluarganya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT