09 December 2021, 11:30 WIB

Montecristo Buat Lagu untuk Mendiang Yockie Suryo Prayogo


Basuki Eka Purnama | Hiburan

MONTECRISTO, band rock progresif Indonesia, saat ini, tengah menyiapkan single terbaru, sebagai persembahan untuk mendiang Yockie Suryo Prayogo.

Vokalis dan penulis lagu Eric Martoyo, dalam keterangan resmi, Rabu (8/12), mengatakan single yang sudah direkam dan hampir selesai itu terpaksa tertunda dirilis akibat pandemi covid-19.

"Sudah hampir selesai pula, namun pandemi selama nyaris dua tahun menyebabkan adanya pembatasan mobilitas masyarakat, apalagi masing-masing personal Montecristo punya kesibukan," kata Eric.

Baca juga: ABBA Gugat Band Cover Abba Mania

Single yang masih dirahasiakan judulnya itu merupakan lagu persembahan band beranggotakan Eric Martoyo, Gitaris Keith Rustam, bassist Haposan Pangaribuan, keyboardis Fadhil Indra, drummer Keda Panjaitan, dan gitaris Benny Kurniawan tersebut untuk Yockie Suryo Prayogo.

"Rencana rilis tahun depan. Akan ada sentuhan avant-garde di musik, sedangkan liriknya menceritakan pandangan Montecristo terhadap seorang Yockie Suryo Prayogo," katanya.

Yockie Suryo Prayogo adalah musisi legendaris yang menciptakan warna musik progressive rock God Bless.

Pandemi juga membawa band yang dibentuk pada 2007 itu berkontemplasi. Tentang virus korona yang tak berpihak pada manusia lanjut usia, pada mereka yang punya penyakit bawaan, pada yang kurang berpengetahuan, dan juga yang tak punya akses terhadap fasilitas kesehatan.

"Akankah dunia menjadi lebih baik tanpa mereka? Hasil kontemplasi ini mungkin bisa menjadi tema lagu atau album Montecristo di masa mendatang," kata Eric.

Hingga 2021 ini, Montecristo sudah merilis dua album yakni Celebration of Birth dan A Deep Sleep, yang meraih AMI Awards untuk kategori Karya Produksi Progressive Rock Terbaik.

"Aku juga menang sebagai Produser Terbaik untuk Karya Produksi Progressive Rock," kata Eric.

Selain ada di layanan streaming digital, kedua album Montecristo tersebut juga tersimpan di Library of Congress di Washington, D.C. dan Perpustakaan Cornell University di New York, Amerika Serikat (AS). (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT