25 November 2021, 11:30 WIB

Hawkeye: Ringan, Segar, dan Menyenangkan


Andhika Prasetyo | Hiburan

SANGAT menyenangkan melihat dua episode awal serial Hawkeye. Betul-betul menjadi obat rindu bagi para penggemar Clint Barton dan aksi-aksi tarung humanismenya.

Belum banyak memang yang bisa digambarkan mengingat jalan cerita dari serial ini masih panjang ke depan. 

Namun, satu hal yang bisa digarisbawahi, dari sisi pengembangan karakter, Rhys Thomas selaku sutradara, di 90 menit pertama, melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Baca juga: Jeremy Renner Sebut Hawkeye Menarik untuk Digali

Bisa dikatakan, Hawkeye bukanlah tentang Barton. Ini adalah tentang bagaimana Kate Bishop menemukan jati diri untuk menjadi the World's Second Greatest Archer.

Dua episode awal benar-benar didedikasikan untuk menceritakan latar belakang Bishop. Bagaimana sejarah gadis itu bisa menguasai teknik memanah dan bela diri, bagaimana akhirnya ia bisa tercemplung ke dunia pahlawan super.

Tapi, itu semua tentu membawa konsekuensi. Sebagaimana origin story pada umumnya, tempo dua episode awal begitu lambat. Tidak banyak adegan aksi tumbuk. Barton bahkan belum sekalipun menembakkan anak panah dari busurnya. Hanya Bishop yang beberapa kali mencoba memamerkan kemampuannya.

Keduanya memang saling mengisi satu sama lain. Bishop yang ceria dan sembrono menutupi kesan gelap dan serius yang selalu ditunjukkan Barton. 

Kegembiraan dan pernak pernik natal yang dihadirkan di serial ini juga menjadi nilai positif tersendiri. Belum lagi lelucon-lelucon yang pas, tidak berlebihan, membuat Hawkeye begitu segar. 

Semua hal itu membawa keseimbangan bagi kisah kelam dan trauma mendalam yang dialami Barton, yang beberapa kali dimunculkan dalam dua episode awal.

Kesimpulannya, sejauh ini, Hawkeye menjadi serial yang paling ringan dan segar dibandingkan empat serial MCU terdahulu, yang bisa dibilang sangat-sangat berat dan serius. (OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT