11 November 2021, 05:45 WIB

Gugatan Mengalir ke Festival Astroworld yang Tewaskan 8 Orang


Basuki Eka Purnama |

SETIDAKNYA dua orang, termasuk seorang bocah laki-laki, berada dalam kondisi kritis pada Rabu (10/11), saat gugatan terus mengalir terhadap konser Travis Scott yang menewakan delapan orang di Houston.

Pengacara hak sipil Ben Crump mengumumkan dirinya menggugat penyanyi itu, penyelenggara konser, dan pengelola venue mewakili keluarga Ezra Blount, bocah berusia 9 tahun yang tengah koma setelah terinjak-injak di Festival Astroworld.

"Anak kecil ini, saat ini, tengah berjuang untuk tetap hidup," ujar Crump dalam sebuah pernyataan resmi.

"Konser dan musik festical seharusnya merupakan tempat aman bagi orang semua usia untuk menikmati musik. Hal itu tidak terjadi di Festival Astroworld," lanjutnya.

Baca juga: Penyanyi Kamboja Ton Chan Seyma Rilis Lagu di TikTok

Seorang mahasiswi berusia 22 tahun, Bharti Shahani, yang hadir di konser itu bersama saudari dan sepupunya, berada dalam kondisi koma dan mendapatkan bantuan ventilator.

"Dokter mengatakan kemungkinan hidupnya hampir tidak ada," ujar ayahnya Sunny Shahani.

Sedikitnya 60 gugatan telah diajukan, terutama terhadap Scott dan penyanyi lainnya Drake, yang tampil di 15 menit terakhir festival, meski pihak berwenang telah menyatakan keadaan darurat,

Pihak lain yang digugat adalah event organiser raksasa Live Nation, penyelenggara konser di Texas Scoremore, kelompok venue internasional ASm Global, dan pihak lain yang terlibat dalam festival yang digelar di Taman NRG, Houston itu.

Sekitar 50 ribu memadati lapangan terbuka tempat festival itu digelar. Mereka bernyanyi dan menari sebelum terdesak ketika masa bergerak mendekat ke panggung.

Sejumlah orang jatuh dan terinjak-injak. Padatnya penonton di dekat panggung membuat petugas kesulitan menyelamatkan para penonton.

Gugatam menuding penyelenggara gagal memastikan keamanan dan bahkan memancing aksi berbahaya.

"Tragedi ini seharusnya bisa dicegah," ungkap gugatan yang diajukan Manuel Souza, yang mengaku mengalami luka serius akibat terinjak-injak.

Souza menuding tergugat hanya mencari keuntungan tanpa mempedulikan keslematan para pengunjung yang berujung pada delapan kematian dan puluhan orang terluka. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT