20 October 2021, 08:41 WIB

Wregas Bhanuteja Ungkap Cerita Awal Bertemu dengan Shenina Cinnamon


Ajeng Ayu Winarsih | Hiburan

SHENINA Cinnamon atau yang akrab disapa Shenina sedang Hangat diperbincangkan di dunia sineas tanah air. Pasalnya, Shenina baru saja mendapat penghargaan pemeran utama wanita terbaik dalam film terbarunya Penyalin Cahaya (Photocopier) di Busan Internasional Film Festival yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. 

Di program Nunggu Sunset, Senin (18/10) kemarin, baik Wregas dan Shenina mengungkapkan rasa senang dan bahagianya dapat unjuk bakat melalui film Penyalin Cahaya. 

Baca juga: Collabonation Road to Unity Episode Terakhir Hadirkan Shaggydog

Dalam penjelasannya, Wregas mengaku tidak terlalu banyak melakukan proses casting, apalagi untuk pemeran utama. Wregas hanya mencari satu kali percobaan dan langsung merasa cocok dengan Shenina. Wregas juga mengungkapkan bahwa Pengenalan dirinya dengan Shenina terjadi atas rekomendasi Aktris Senior Hannah Al-Rashid.

“Jadi waktu itu kita lagi ngobrol, setelah aku sedikit menceritakan tentang Sur (Pemeran utama film) mbak Hana langsung merekomendasikan Shenina, dia bilang Shenina punya karakter dan sangat mencintai profesinya” kata Wregas sambil mengingat kejadian beberapa waktu lalu itu.

Berawal dari obrolannya dengan Hannah, Wregas pun bertemu dengan Shenina di salah satu cafe di Kemang. Dari pertemuan itu, Wregas merasa yakin Shenina cocok untuk memerankan Sur. Meskipun demikian, Shenina tetap menjalani test casting untuk memerankan Sur. Wregas beralasan, hal ini untuk mendapatkan emosi dan ekspresi yang dimiliki oleh Shenina dalam mendalami seni peran.

"Waktu aku test casting dengan Shenina meskipun di awal aku udah yakin mantep fix dia, nggak ada kandidat lain. Cuma aku tetap perlu melihat ekspresi dan emosi yang Shenina punya itu seberapa. Jadi mencoba beberapa adegan yang emosinya berbeda-beda ada yang nangis, marah, ketawa," paparnya.

Shenina juga tidak dapat menahan senyumnya mengingat kejadian awal pertemuannya dengan wregas. Perbedaan umur yang tidak terlalu jauh juga membuat keduanya sangat akrab juga Kompak, mereka mengaku dapat lebih terbuka dan menerima setiap ide dan masukan yang muncul di kepala.

"Mungkin karena umur Kak Wregas nggak beda jauh sama aku jadi banyak pemikiran-pemikiran yang kita bisa nyatuin bareng gitu, jadi ketika diskusi pasti nyambung," pungkasnya. (OL-6)

 

BERITA TERKAIT