14 October 2021, 06:45 WIB

Rolling Stones tidak akan Bawakan Brown Sugar di Tur AS


Basuki Eka Purnama | Hiburan

ROLLING Stones telah mencoret lagu populer Brown Sugar dari rangkaian konser mereka di Amerika Serikat (AS) seiring kritik yang menuding lagu itu mengacu pada perbudakan.

"Kalian menyadarinya ya?" kata Keith Richards kepada Los Angeles Times dalam wawancara terbaru ketika ditanya mengapa lagu itu tidak dibawakan lagi oleh band asal Inggris itu.

"Saya tengah mempelajari dimana masalahnya. Tidakkah mereka mengerti bahwa lagu ini berkisah mengenai kengerian perbudakan? Namun, mereka berusaha menghilangkan lagu ini. Saat ini, kami tidak mau berkonflik," lanjutnya.

"Saya hanya berharap kami bisa kembali membawakan lagu itu di masa depan," tegas musisi berusia 77 tahun itu.

Baca juga: Konser God Bless Bakal Digelar Kembali 28 Oktober 2021

Lagu yang pertama kali dirilis pada 1971 itu diawali dengan lirik yang berbunyi, "Gold coast slave ship bound for cotton fields" dan berbicara mengenai memukuli para budak dan hubungan seks dengan budak perempuan.

Selama beberapa tahun terakhir, kritikus menuding lagu itu rasis dengan seorang penulis untuk New York Magazine menyebut laga itu 'menjjikan, seksis, dan melecehkan perempuan berkulit hitam'.

"Kami telah memainkan Black Sugar setiap konser sejak 1970. Jadi, kita memutuskan untuk tidak membawakannya lagi dan melihat apa yang terjadi,' ujar vokalis Rolling Stones Mick Jagger kepada LA Times.

Pada 1995, Jagger, dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone, mengatakan, "Saya tidak akan pernah menulis lagu itu pada saat ini."

"Saya akan menyensor diri saya sendiri dan berkata 'Ya Tuhan, saya tidak bisa. Saya harus berhenti'. Banyak hal-hal buruk yang diucapkan dalam lagu itu," imbuhnya.

Rolling Stones kembali melanjutkan tur No Filter pada September lalu setelah jeda panjang karena pandemi covid-19.

Mereka akan terus memggelar konser hingga November 2021 termasuk di Los Angeles, Las Vegas, dan Detroit. (AFP/OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT