27 July 2021, 06:54 WIB

Pink Tawari Bayari Denda yang Diterima Tim Bola Tangan Pantai Norwegia karena Menolak Pakai Bikini


Basuki Eka Purnama | Hiburan

BINTANG pop Amerika Serikat (AS) Pink menawari untuk membayari denda yang diterima tim bola tangan pantai Norwegia setelah mereka menolak mengenakan bikini dalam laga di turnamen Piala Eropa 2021.

Federasi Bola Tangan Eropa (EHF) menjatuhkan denda sebesar 1.500 euro kepada tim Norwegia setelah mereka memutuskan memakain celana pendek bukan bikini seperti yang diharuskan saat mereka kalah dalam laga perebutan medali perunggu dari Spanyol di Varna, Bulgaria.

Pink, lewat Twitter, mengatakan dia akan membayar denda tersebut sembari mengecam EHF dan mendukung langkah tim Norwegia yang menolak dijadikan obyek seksual.

Baca juga: Rilis Akun Youtube, Hwasa MAMAMOO Raih Subscriber Fantastis dalam Sehari

"Saya sangat bangga dengan tim bola tangan pantai putri Norwegia karena dengan berani memprotes aturan seksis terkait seragam mereka," cicit Pink.

Norway Beach Handball Women--Tim bola tangan pantai Norwegia

"Federasi Bola Tangan Eropalah yang seharusnya didenda karena bersikap seksis. Saya dengan senang hati membayarkan denda yang kalian terima," lanjutnya.

Pejabat olahraga Norwegia juga telah mengungkapkan kekecewaan mereka terkait keputusan itu.

"Di 2021, hal semacam ini seharusnya tidak menjadi masalah," tegas Presiden Federasi Bola Voli Norwegia Eirik Sordahl.

Masalah seragam telah lama menjadi masalah di olahraga pantai dengan sejumlah atlet putri mengeluhkan celana bikini yang mereka anggap tidak praktis dan merendahkan.

EHF, yang menyadari adanya tanggapan keras atas putusan mereka, mengatakan uang denda yang mereka terima akan disumbangkan kepada yayasan olahraga internasional yang bekerja untuk kesetaraan bagi perempuan di olahraga.

Meski bikini tidak lagi wajib digunakan bagi pemain voli pantai sejak 2012, aturan Federasi Internasional Handball mengatakan 'Atlet putri harus mengenakan celana bikini' dan 'Celana itu harus ketat'.

Adapun atlet putra mengencakan celana pendek.

"Ini sangat keterlaluan. Perubahan harus terjadi di dunia olahraga internasional yang konservatif," seru Menteri Budaya dan Olahraga Norwegia Abid Raja. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT