21 July 2021, 07:17 WIB

Proses Pembuatan Album Terbaru Iron Maiden, Senjutsu, Penuh Taktik dan Strategi


Lidya Tannia Bangguna | Hiburan

IRON Maiden secara resmi mengumumkan album ke-17 mereka, Senjutsu, yang dirilis kurang dari seminggu setelah band metal legendaris itu merilis video musik untuk The Writing on the Wall, lagu baru pertama mereka dalam tempo enam tahun.

Iron Maiden mengunggah karya seni ke-16 album studio terakhir mereka selama satu minggu.

Pada Selasa (13/7), 11 sampul album pertama dibagikan, diikuti satu sampul berturut-turut setiap hari, hingga berita album terbaru Maiden dirlis.

Baca juga: Album Terbaru Iron Maiden, Senjutsu, Dirilis September

Kaos Belshazzar's Feast sekarang terlihat pada karakter di sampul depan dan bahkan simbol Jepang untuk 'kematian' muncul di sampul The Final Frontier dan The Book of Souls, yang menunjukkan bahwa samurai Eddie terlihat dalam video untuk The Writing on the Wall akan menjadi inkarnasi terbaru dari maskot undead ikonik Maiden.

Senjutsu, yang memiliki arti 'taktik dan strategi,' adalah album pertama Iron Maiden sejak The Book of Souls pada 2015.

Berbicara soal taktik dan strategi, band itu nampaknya juga memiliki taktik sendiri dalam memilih studio tempat merekam album tersebut demi mendapatkan suara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut keterangan sang bassist, Steve Harris, mereka merekam album tersebut di Prancis, tepatnya di Studio Guillaume Tell.

"Penataan di sana sempurna untuk kebutuhan kami. Bangunan ini dulunya adalah bioskop dan memiliki langit-langit yang sangat tinggi sehingga menimbulkan suara yang bagus. Kami merekam album ini dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan di The Book Of Souls saat kami akan menulisnya” ujarnya.

Selain itu, ada beberapa lagu yang sangat kompleks di album terbaru Iron Maiden itu, yang membutuhkan banyak kerja keras dan membutuhkan berbagai strategi agar bisa mendapatkan suara yang tepat seperti yang mereka inginkan inginkan.

“Jadi prosesnya terkadang sangat menantang, tetapi Kevin hebat dalam menangkap esensi band dan saya pikir itu sepadan dengan usaha! Saya sangat bangga dengan hasilnya dan tidak sabar untuk para penggemar mendengarnya," jelasnya.

Ternyata, band itu telah merekam album ini sejak awal 2019 pada saat jeda tur Legacy.

"Kami semua sangat senang dengan album ini. Kami merekamnya kembali pada awal 2019 saat jeda tur Legacy sehingga kami dapat memaksimalkan tur kami namun masih memiliki periode persiapan yang panjang sebelum rilis untuk persiapan. seni album yang hebat dan sesuatu yang istimewa sebagai video," ujar sang penyanyi, Bruce Dickinson.

Mereka pun menganggap album yang tertunda akibat pandemi covid-19 itu adalah sebagai salah satu strategi untuk rencana yang lebih matang.

Mereka juga telah menyiapkan beberapa lagu yang berbeda dari gaya mereka.

"Ada juga satu atau dua lagu yang terdengar sangat berbeda dengan gaya kami yang biasa dan saya pikir penggemar Maiden akan terkejut, saya harap!"

Album terbaru Iron Maiden itu akan dirilis pada 3 September dan preorder sudah dimulai pada hari ini, Rabu (21/7). (OL-1)

BERITA TERKAIT