14 April 2021, 22:27 WIB

Industri Musik Harap Pemerintah Izinkan Live Konser


M. Ilham Ramadhan Avisena | Hiburan

PARA promotor musik dan musisi mengusulkan kepada pemerintah untuk mengizinkan serta mendukung gelaran konser dengan kehadiran penonton secara langsung. Sebab, konser musik yang selama ini digelar virtual urung mampu mengganti esensi gelaran musik pada umumnya.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia Dino Hamid dalam audiensi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (14/4). 

"Meskipun konser virtual sudah digaungkan sebagai bentuk adaptasi ketika masa pandemi, tetapi achievement industri musik secara keseluruhan ada pada kehadiran penonton secara langsung," tuturnya menukil dari siaran pers yang diterima.

"Dalam banyak hal, terutama terkait para pekerja yang di industri musik, konser secara virtual masih sulit menggantikan konser yang digelar secara langsung," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Musisi Indonesia Chandra Darusman menyampaikan usulan-usulan konstruktif yang diharapkan dapat memulihkan industri musik Indonesia. Beberapa usulan tersebut terkait dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk melibatkan para musisi dalam proyek-proyek pemerintah yang sedang dikerjakan atau pemberian stimulus berupa bantuan langsung terhadap proyek yang dilakukan.

"Kami berharap agar pemerintah mengupayakan terselenggaranya konser yang digelar secara langsung dengan tetap menerapkan ketentuan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) dan adanya bantuan berupa alat screening (Swab Test Antigen atau Genose) yang bisa digunakan untuk membantu berlangsungnya pertunjukan," jelasnya.

Baca juga : Rian D'Masiv Ajak Masyarakat NTT untuk Bangkit Kembali

Menurut dia, upaya itu dapat memberi efek bola salju dan membuat citra industri musik nasional kembali hidup setelah tampak mati suri selama setahun terakhir.

Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah telah menggelontorkan berbagai stimulus lintas sektor untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Pemerintah juga disebut terbuka menerima masukan dan usulan dari pelaku ekonomi, dalam hal ini pelaku industri musik.

"Terkait kegiatan seni budaya ini mulai PPKM Mikro Periode ke empat tanggal 23 Maret 2021 – 5 April sudah diizinkan beroperasi 25% dengan protokol kesehatan. Pada dasarnya Pemerintah terbuka yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE," terangnya.

Airlangga mengatakan, akan membicarakan lebih lanjut masukan para pelaku industri musik dengan tim teknis dari pemerintah dan tentunya juga bersama para pelaku industri musik itu sendiri. Dia juga berharap usulan-usulan yang bersifat praktis dapat disampaikan kepada pemerintah untuk bahan mencari jalan keluar bersama-sama.

"Saya sangat mengapresiasi, mengingat musik adalah hal yang begitu dekat dengan masyarakat. Tiada hari tanpa musik. Tentu kita juga akan carikan jalan yang terbaik untuk industri ini," pungkas Airlangga.

Upaya untuk mendorong geliat industri ekonomi kreatif tampak menjadi perhatian khusus pengambil kebijakan. Audiensi kali ini merupakan lanjutan dari audiensi industri animasi, komik serta insan perfilman beberapa waktu yang lalu. (OL-7)

BERITA TERKAIT