11 April 2021, 14:30 WIB

Filosofi Jawa 4S dalam Busana Muslim Batik Sogan


Ardi Teristi Hardi | Hiburan

KAIN batik tidak akan tergerus waktu lantaran bisa diaplikasikan dalam busana modern, salah satunya busana muslim.

Salah satu merek batik yang mampu merebut hati pecinta mode Tanah Air adalah Sogan Batik Rejondani. Desainer yang ada di balik kesuksesan label tersebut adalah Iffah M Dewi.

"Sogan Batik konsisten berkarya di dunia batik dan fashion karena termasuk industri kreatif yang bisa menyerap banyak tenaga kerja produktif," kata Iffah ketika ditemui di sela-sela peragaan busana Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021 di Mal Hartono, Sleman, Sabtu (10/4).

Menurut dia, dengan motif yang diterapkan di busananya, dirinya bisa leluasa menyampaikan pesan moral, agama, dan kearifan lokal sebagai identitas Bangsa Indonesia. Menurut dia, motif yang dibuat dengan teknik batik yang diterapkan di busana muslim bisa mudah diingat pecinta fashion sekaligus diharapkan bisa menjadi ajakan bagi mereka untuk lebih baik.

"Kami optimistis jika fashion muslim Indonesia berpotensi untuk naik ke level global," kata dia.

Pasalnya, fashion Indonesia memiliki kekhasan kisah-kisah sejarah Indonesia dipadukan dengan nilai nilai kebaikan universal yang ada dalam Islam. Hal-hal itu dapat dikemas secara indah dalam desain busana muslim modern.

Model busana muslim seperti ini mulai digemari di pasar global seiring dengan bertumbuhnya kesadaran-kesadaran untuk berpakaian tertutup dan sopan (modest).

"Kami berkomitmen tidak hanya menyuguhkan sebuah karya batik saja namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam," ungkapnya.

Baca juga:  Mengusung Batik Menjadi Kaya Busana Elegan

Nilai-nilai inilah yang dijadikan pakem utama dalam mengembangkan motif. Sogan batik menyampaikan pesan/syiar lewat elemen-elemen desain, seperti motif, warna, simbol dan aplikasi.

Kemudian elemen-elemen tersebut dideskripsikan dengan tulisan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat luas.

Menghadapi Pandemi

Iffah menyampaikan dalam Muslim Fashion Festival 2021, dirinya terinspirasi dari nasehat bijak yang ada pada masyarakat Jawa yaitu sabar, sareh, sumeh, dan semeleh (4S).

Sabar berarti menahan diri dari segala bentuk keburukan. Ada tiga bentuk sabar yakni sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghadapi musibah, dan sabar dalam menjauhi perbuatan maksiat.

Sareh berarti tenang, tidak mudah panik dan terganggu dengan keadaan. Sumeh berarti mudah membuat hati tersenyum. Semeleh berarti berserah diri tawakal. Iffah juga mengaplikasikan inspirasi tersebut lewat tulisan aksara jawa.

Iffah pun mengaplikasikan budaya Eropa dan Timur dalam busana yang ditampilkannya malam itu. Pengaruh dari negara-negara Eropa digambarkan dengan bentuk dress melebar dilengkapi dengan lengan mengembang (puff sleeves) ala zaman hindia Belanda.

"Untuk pengaruh dari negara Timur (pedagang arab) kami adopsi pada outer kaftan," tuturnya.

Warna tanah coklat, mocca dan hitam dalam desainnya menggambarkan karakter masyarakat Jawa yang rendah hati, membumi, menjaga nilai-nilai luhur, namun juga terbuka dengan ilmu pengetahuan dan dunia luar.

Untuk material yang digunakan adalah katun, rayon, tenun lurik. Motifnya dibuat dengan teknik batik dan tie dye yang diaplikasikan dalam potongan dress, skirt, dan luaran berupa outer.

"Koleksi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar bersikap sabar, sareh, sumeh, dan semeleh dalam menghadapi situasi pandemi ini," ungkapnya.

Dengan empat hal itu, pandemi bisa dilalui bersama-sama dengan baik dan  bernilai ibadah.(OL-5)

BERITA TERKAIT