01 December 2020, 20:05 WIB

Kisah Karier dan Kehilangan Band Seventeen Bakal Hiasi Film Kemari


Mediaindonesia.com | Hiburan

Tanggal 22 Desember 2018 menjadi hari tidak terlupakan bagi keluarga besar grup musik, Seventeen. Pada tanggal tersebut, siapa sangka, personel Seventeen yang tengah konser di tepi pantai Tanjung Lesung, Banten menjadi korban bencana alam tsunami.

Para personel yakni, Bani Seventeen, Andi Seventeen, dan Herman Seventeen dinyatakan meninggal akibat musibah tersebut.

Selain personel, road manager Oki, kru Ujang, serta istri Ifan Seventeen yaitu Dylan Sahara juga tewas di lokasi usai tersapu gelombang.

Kisah tragis yang dialami Seventeen itu diangkat ke dalam sebuah film dokumenter drama  berjudul 'Kemarin' yang tayang di bioskop pada 3 Desember 2020 ini.

Film dibuka dengan sebuah cerita perjalan band Seventeen yang masih dengan formasi lama, yakni dengan vokalis Doni.

Penonton dibawa untuk mengetahui perjalanan karier band Seventeen sejak awal terbentuk hingga akhirnya mengalami musibah tsunami dua tahun silam.

Alur film yang maju mundur membuat penonton memahami bagaimana perjuangan Seventeen meniti karier dengan beberapa single hits mereka seperti Selalu Mengalah dan Jaga Selalu Hatimu.

Jika berharap film tersebut akan penuh dengan duka cita atas tragedi dua tahun silam, tidak akan mengisi seluruh durasi film.

Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen menjadi narator atau pemandu dalam film berdurasi 1 jam 55 menit itu.

Sebagai pemandu jalannya film dengan kisah-kisah perjalanan Seventen.

Ifan mulai nangis ketika menceritakan hubungan band dan manejemen yang mulai terjalin hangat saat mereka sudah mengecap kesuksesan. "Ketika kita jarang sama Seventeen kita jusrru saling dekat satu sama lain, karena rindu," ucap Ifan dalam film Kemarin.

"Aura kerjanya jadi lebih baik," lanjutnya

Lagu 'Kemarin' hits ketika band tersebut tertimpa musibah sekaligus menjadi judul film tersebut.

Dalam film yang sudah diproduksi sejak 2019 lalu itu menampilkan proses rekaman lagu 'Kemarin' yang dilakukan pada Juli 2015 silam.

Suasana haru mulai terasa dalam film ketika lagu 'Kemarin' mulai diputar. Seolah menjadi lagu yang disiapkan untuk tragedi tersebut, lagu 'Kemarin' membuka kenangan Desember 2018.

Ketika mulai masuk dalam cerita tragedi tsunami Tanjung Lesung yang merenggut nyawa Herman, Bani dan Andi. Seluruh kru, menejemen dan Ifan tak kuasa menahan air mata mereka.

Penonton juga dibawa kesuasana mencekam ketika beberapa dokumentasi dan footage asli tragedi tsunami ditampilkan.

Beberapa video detik-detik sebelum tsunami ditampilkan dalam film tersebut.

Cerita-cerita dari istri kru, personel dan manejemen Seventeen pun turut dimasukkan dalam film 'Kemarin'. Tak heran mengapa Ifan mengatakan bahwa film tersebut sangat berarti bagi keluarga besar Seventeen.

Kesedihan para istri yang menerima kabar bahwa suami mereka meninggal ketika sedang bekerja siap membawa penonton merasakan kesedihan yang sama.

Film 'Kemarin' seolah memberikan kebahagiaan yang fana di awal dan menutupnya dengan kesedihan.

Betapa bahagianya band itu ketika bisa menembus pasar musik Indonesia dengan single 'Selalu Mengalah' namun harus diakhiri dengan sebuah tragedi yang menyakitkan hati fans, menejemen dan yang pasti adalah Ifan Seventeen.

Film tersebut hampir 80 persen adalah video-video asli dokumen pribadi, sisanya adalah reka adegan yang diperankan oleh model. (OL-12)

BERITA TERKAIT