01 December 2020, 19:40 WIB

Kisah Perjalanan Band Seventeen Berjudul Kemarin Segera Tayang


Retno Hemawati | Hiburan

Penantian rilis film 'Kemarin' kini sudah berakhir. Tepat pada 3 Desember 2020, film dokudrama yang menceritakan tentang perjalanan karier band Seventeen hingga akhirnya "berpisah" akan tayang di seluruh jaringan bioskop tanah air.

Film garapan sutradara Upie Guava ini sudah merilis teaser dan posternya pada Desember tahun lalu. Rencananya kala itu film akan dikeluarkan pada 23 April 2020. Ternyata situasi berkata lain. Pandemi melanda dunia yang menyebabkan bioskop ditutup sementara.

Kemudian situasi sempat mereda dan film ini kembali dijadwalkan untuk tayang pada Agustus 2020. Lagi-lagi belum bisa terlaksana dengan mulus. Akhirnya penayangan film tertunda untuk kedua kalinya. Kini masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati film di bioskop lagi, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah pun telah memberikan arahan kepada kita tentang sikap dan perilaku yang harus ditaati selama Covid-19 belum tuntas.

Mahakarya Pictures selaku produser pun melihat ini momen yang tepat untuk merilis film 'Kemarin'. "Bukan ke akhirnya rilis, tapi akhirnya kita bisa mewujudkan mimpi Seventeen, mimpi para personel, mimpi para almarhum, mimpi keluarga besar ini," ujar Dendi Reynando, CEO Mahakarya Pictures.

Film yang ditulis naskahnya oleh Wisnu Surya Pratama tersebut mengambil footage dari total 55 jam rekaman yang diabadikan band tersebut. Namun spesial untuk adegan Tsunami Tanjung Lesung 22 Desember 2018 silam diproduksi ulang.

"Ini yang harus kita hadapi bersama. Film ini akan jadi persembahan bagi anak-anak kita semua, bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagi semua yang terus mengenang Seventeen di hati mereka," tutur Ifan.

Upie pun mengaku sangat lega akhirnya film ini bisa dipersembahkan ke khalayak banyak. Sejak awal Upie yang juga berperan penting dalam perkembangan karier Seventeen memang sudah memikirkan ingin membuat sesuatu bagi mereka.

"Hal pertama yang muncul di kepala gue (pasca tsunami), kita bisa lakuin apa buat mereka. Saat wacana itu muncul di kepala, entah gimana Dendi nelpon dan mengutarakan Seventeen mau buat dokumenter ini. Karena ini bagian dari planning mereka. Gue cuma bilang, gue bukannya mau, gue justru merasa bangga dianggap layak mengerjakan begini," jelas Upie.

Mahakarya Pictures pun menggandeng Mahaka Radio Integra sebagai bagian dari projek ini. Adrian Syarkawie selaku CEO Mahaka Integra yang juga ikut hadir dalam jumpa pers peluncuran teaser dan trailer film 'Kemarin' pun mengaku lega akhirnya semua bisa berjalan kembali. “Karena Seventeen salah satu band besar Indonesia yang sudah memberikan warna untuk industri musik Indonesia. Dan support untuk Ifan agar terus berkarya,” kata Adrian Syarkawi mengungkap alasan dukungannya. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT