11 June 2021, 05:40 WIB

Bentrok Tim Bertabur Bintang


AFP/And/R-2 | Fokus

FAKTA bahwa tiga peringkat terbaik dari empat tim akan lolos ke perempat final, tetapi Grup F Euro 2020 tetap penuh intrik. Ini karena tercipta grup neraka karena terjadi persaingan ketat, juara bertahan Portugal, juara dunia Prancis, dan Jerman yang tetap menjadi salah satu kekuatan elite Eropa.

Sebagai juara bertahan, Portugal tampil konsisten dengan empat kali menembus semifinal di lima gelaran Euro terakhir. Kendati Portugal hanya menjadi runner-up di belakang Ukraina di ajang kualifikasi Euro 2020. Demikian pula dengan kondisi sang bintang sekaligus kapten Cristiano Ronaldo yang sudah berusia 36 tahun.

Pelatih Fernando Santos tetap yakin dengan performa CR7. Memang musim ini bukan raihan cemerlang mantan bintang Manchester United dan Real Madrid karena Juventus hanya menuai trofi Piala Italia. Namun, Ronaldo seperti memiliki sayap dengan tebaran talenta baru yang dimiliki Portugal.

Portugal bakal didukung nama-nama berbakat, seperti Ruben Dias di sektor belakang hingga Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Diogo Jota, dan Joao Felix. Sebuah jaminan akan peluang Portugal untuk menyamai prestasi Spanyol, menjadi negara kedua yang mampu mempertahankan trofi Euro.

CR7 juga datang dengan koleksi 103 gol internasional. Ronaldo kini hanya berjarak enam gol dari pemilik rekor sejagat yang masih atas nama bomber Iran, Ali Daei, dengan 109 gol.

Tim bertabur bintang juga pantas disandang Les Bleus Prancis. Kylian Mbappe, Karim Benzema, dan Antoine Griezmann ialah jajaran penyerang yang menjadi ancaman nyata bagi tim-tim besar di Eropa. Pilar lini tengah yang sangat tangguh karena ada sosok Paul Pogba serta N'Golo Kante. Les Bleus juga sangat yakin tentang prospek kemenangan Piala Dunia 2018 Rusia mengikuti mereka dengan kemenangan di Euro 2020 kali ini.

Pelatih Didier Deschamps memiliki skuad yang penuh dengan talenta kelas dunia. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang bagi Prancis ketika terlalu percaya diri sehingga meremehkan lawan.

 

Bertekad bangkit

Di sisi lain, Jerman justru membutuhkan kepercayaan diri jika ingin bisa bersaing di Euro 2020. Itu pula yang membuat pelatih Joachim Loew kembali memanggil pemain senior, seperti Thomas Mueller dan Mats Hummels, setelah dua tahun keduanya tidak membela tim 'Panser' selepas juara Piala Dunia 2014. Ini setelah Jerman secara mengejutkan kalah di kandang sendiri dari Masedonia Utara, Maret lalu. Bahkan, mereka juga digilas Spanyol 0-6, November tahun lalu, kekalahan terbesar ‘Panser’ sepanjang lebih dari 80 tahun.

Peran kiper Manuel Neuer untuk menjaga semangat tim dinilai masih kurang. Itu sebabnya Loew membutuhkan peran Mueller dan Hummels kendati keduanya tidak muda lagi. Mueller berusia 31 tahun dan Hummels setahun lebih tua.

Sebagai kampiun Eropa tiga kali, Die Mannschaft--julukan Jerman--juga memiliki pemain berpengalaman, seperti Joshua Kimmich, Ilkay Guendogan, serta Toni Kroos. Loew juga memiliki talenta muda yang bisa menunjukkan sinar di Euro 2020, yakni Leroy Sane, Timo Werner, Kai Havertz, Serge Gnabry, dan Jamal Musiala.

Di penghujung karier sebagai pelatih Jerman, Loew tentu ingin mengembalikan kejayaan tim negaranya. Bukan hasil buruk seperti ketika tersisih di penyisihan grup Piala Dunia 2018 Rusia, kendati kali ini harus bersaing dengan Portugal dan Prancis.

Satu lagi tim yang ada di Grup F, yakni Hungaria. Anak asuh pelatih asal Italia Marco Rossi harus kehilangan pemain andalan, gelandang RB Leipzig Dominik Szoboszlai, karena cedera. Itu pula akan menjadi kejutan jika Hungaria mampu memanfaatkan dua laga di kandang sendiri, Budapest, untuk bisa lolos selain posisi terbawah di grup neraka ini.

BERITA TERKAIT