18 January 2021, 04:55 WIB

10,25 Juta UMKM sudah Masuk Ekosistem Digital


Despian Nurhidayat | Fokus

TEKANAN ekonomi di 2020 akibat pandemi covid-19 diyakini bakal berlanjut di sepanjang 2021. Koperasi dan UMKM menjadi sektor yang paling terdampak akibat perubahan perilaku dan pola konsumsi masyarakat di masa pandemi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menuturkan, adaptasi dan transformasi menjadi kunci keberhasilan UMKM melewati masa krisis ini. Berikut uraiannya kepada wartawan Media Indonesia Despian Nurhidayat.

Langkah apa yang dilakukan Kemenkop-UKM untuk menanggulangi dampak pandemi?

UMKM dan kewirausahaan tetap menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional selama mampu beradaptasi dan bertransformasi. Hal ini karena proporsi UMKM yang mendominasi populasi pelaku usaha di Indonesia hingga 99%.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan stimulus sebesar Rp123,46 triliun kepada koperasi dan UMKM agar tetap dapat bertahan di tengah pandemi covid-19.

Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (Banpres PUM) juga telah diluncurkan kepada 12 juta pelaku usaha mikro berupa hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta per orang. Ini telah tersalurkan 100%. Serta KUR Supermikro untuk plafon di bawah Rp10 Juta dengan bunga 0%.

Selain itu, salah satu prioritas Kemenkop-UKM ialah mendorong inovasi, digitalisasi, dan kepastian badan hukum bagi pelaku UMKM melalui penguatan kelembagaan agar berperan lebih strategis dalam perekonomian nasional sehingga dapat lebih mudah dalam mengakses pembiayaan.

Di samping itu, dalam mendorong digitalisasi koperasi dan UMKM melalui peningkatan kapasitas SDM, juga perbaikan proses bisnis dan perluasan akses pasar, kami mengadakan kelas daring melalui EDUKUKM.IDdan juga SPARC Campus yang diselenggarakan oleh BLU kami yaitu LLP-KUKM SMESCO.

Respons masyarakat cukup antusias. Dapat dilihat sebanyak 102.672 masyarakat sudah mengakses dan mengikuti kelas daring melaluiEDUKUKM.IDserta 10.013 pelaku UKM melalui SPARC Campus ini.

 

Bagaimana progres digitalisasi UMKM saat ini?

Di tengah pandemi ini juga ada tambahan 2 juta UMKM yang masuk ekosistem digital sehingga ada 10,25 juta UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital atau sekitar 16% dari total populasi UMKM.

Hal ini menunjukkan tren ekonomi digital selama pandemi tumbuh positif. Ini merupakan peluang baru di masa pandemi.

Porsi ekonomi digital Indonesia ialah yang terbesar di Asia Tenggara. Pada 2025, Google mengestimasikan nilai transaksi ekonomi digital mencapai Rp1.826 triliun. Selain itu, pada 2019, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi ekonomi digital mencapai Rp265 triliun. Dengan atau tanpa pandemi, transformasi digital adalah keniscayaan.

Selain itu, dengan disahkannya UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja, saya harapkan dapat memberikan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM dan koperasi, antara lain dalam bentuk kemudahan dan kepastian pada proses perizinan melalui izin tunggal bagi UMKM, kemudahan dalam mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), kemudahan mendirikan perseroan terbuka (PT) melalui biaya yang murah, serta kepastian legalitas bagi pelaku UMKM. Adapun untuk koperasi diberikan kemudahan pendirian koperasi, cukup dengan jumlah 9 (sembilan) orang.

 

Untuk Banpres PUM, apakah akan berlanjut di 2021?

Hal itu memang sedang dibahas di Komite PEN. Di 2021, pertimbangannya ekonomi belum normal, khususnya di kuartal I 2021. Maka dari itu, kebijakan PEN sedang dievaluasi. Program yang relatif bagus dan berjalan cukup baik akan dilanjutkan.

Saya kira salah satu yang cukup baik dinilai oleh tim evaluasi dari PNP2K Wapres yakni program Banpres PUM dalam bentuk hibah modal kerja.

 

Jika dilanjutkan, berapa jumlah UMKM penerima Banpres PUM di 2021?

Untuk di 2021, kita usulkan sekitar 20 juta penerima Banpres atau nanti akan tetap 12 juta sesuai keputusan dari Komite PEN. Tapi kita akan coba usulkan Banpres yang akan datang untuk yang belum menerima. Karena selama ini ada 28 juta yang mengajukan ke tempat kami dan belum bisa menerima (Banpres PUM). Karena itu, kami ajukan ke Komite PEN diprioritaskan untuk yang belum menerima.

Bagi yang sudah menerima Banpres di 2020, saya kira bisa dilanjutkan ke akses KUR Supermikro di bawah Rp10 juta. Sehingga tujuan kita dengan Banpres ini sebenarnya, selain membantu mereka untuk tetap berusaha di tengah pandemi, juga bisa terhubung ke lembaga perbankan. Supaya mereka punya peluang untuk mengembangkan usahanya lebih lanjut.

 

Persisnya kapan Banpres PUM mulai digulirkan di 2021 ini?

Mestinya Januari atau Februari 2021 sudah harus jalan program (Banpres) ini, karena periode itu paling berat di kuartal I 2021. Soalnya belanja pemerintah belum berjalan optimal sehingga daya beli masyarakat pasti terganggu. Karena itu, kita harap Banpres bisa dijalankan minimal pertengahan Januari. (E-2)

BERITA TERKAIT