28 November 2020, 00:30 WIB

Mendekatkan RSUD Merauke dengan Warga Pedalaman


(Suryani Wandari Putri/H-1) | Fokus

HAMPIR di setiap rumah sakit atau pelayanan di fasilitas kesehatan lainnya di loket pendaftaran selalu ramai dengan antrean panjang yang tentunya akan boros waktu tunggu. Kondisi ini membahayakan bila kondisi calon pasien juga harus segera ditangani.

Suasana yang tidak mengenakan ini tentunya menakutkan masyarakat, seperti yang sering dialami masyarakat yang di daerahnya faskesnya masih minim. Misal
masyarakat Papua asli yang tinggal jauh di daerah-daerah luar Merauke.

Melihat hal itu, Johanes Ronald Gollop, 35, karyawan honorer yang juga seorang perawat di RSUD Me rauke bercita-cita tingkatkan layanan kesehatan masyarakat di Merauke.

“Biasanya pelayanan kesehatan cenderung manual. Akibatnya masyarakat pedalaman kesulitan ke rumah sakit karena antrian yang lama,” kata Johanes dalam acara Indonesia Bicara bertajuk Merdeka Sinyal: Infrastruktur Telekomunikasi untuk Kreativitas dan Inovasi Pemuda, Kamis (23/11).

Belum lagi kendala, misalnya, saat perawat yang ada di perdesaan kesulitan merujuk pasien ke rumah sakit. Tantangan lain ada pada sebagian masyarakat yang belum paham tentang teknologi informasi. Belum lagi minimnya infrastruktur telekomunikasi di beberapa daerah pedalaman atau perdesaan di Merauke.

Berbekal semangat dan skill programming yang dimilikinya sejak SMA kemudian dilanjutkan secara otodidak, Johanes pun berhasil mengikuti penguatan kompetensi melalui Program Digital Talent Scholarship 2019 yang diadakan Kemenkominfo.

Dengan ini ia berhasil mengembangkan aplikasi bernama RSUD Merauke Mobile Application. “Dioperasikan oleh calon pasien yang hendak berkunjung atau meminta pelayanan kesehatan ke RSUD Merauke,” kata Johanes.

Cara kerja aplikasi ini, calon pasien dapat mengunduh terlebih dahulu aplikasi RSUD Merauke di Playstore. Tampilan awal, terdapat beberapa pilihan menu seperti ‘pendaftaran untuk rawat jalan’, ‘rawat inap’ hingga ‘informasi ruangan’, ‘jadwal dokter’, ‘dokter yang beroperasi hari itu’, hingga ‘informasi ruangan’ dan adanya pilihan ‘pengaduan’.

Saat mendaftar pada rawat jalan misalnya, calon pasien diminta memasukkan nama lengkap sesuai KTP, nomor ponsel serta memilih poliklinik yang akan dituju. Nantinya pihak rumah sakit akan memproses pendaftaran tersebut.

Menurutnya saat ini koneksi ke aplikasi sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Rawat Inap (SIRANAP) Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk pengecekan status kepesertaan. Ia pun bersyukur bahwa jaringan internet di wilayah kota dan sekitarnya cukup memadai meskipun untuk daerah
pedalaman belum.

Johanes pun senang bahwa aplikasi ciptaannya itu kini sudah banyak dimanfaatkan masyarakat dalam wilayah kota dan sekitarnya yang terjangkau atau dalam coverage telekomunikasi serta yang dapat menggunakan gadget.

Ia pun mengatakan rencana pengembangan ke depannya akan disesuaikan dengan kebutuhan RSUD MERAUKE terkait pelayanan kesehatan. “Harapan ke depan semua daerah terpencil di Papua bisa difasilitasi infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Apalagi di era digital saat ini,” pungkasnya.(Suryani Wandari Putri/H-1)

BERITA TERKAIT