24 May 2023, 23:04 WIB

IKN Terapkan Konsep Kota Hutan Berkelanjutan


Putra Ananda |

MEMBANGUN Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar membangun gedung, tetapi juga membangun peradaban baru dalam sebuah ekosistem kota yang layak huni dan dicintai. Untuk mewujudkan cit-cita tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) akan memadukan aspek kebudayaan dan konservasi dalam membangun IKN sebagai kota hutan berkelanjutan.

“Kita yakin dalam kota hutan berkelanjutan (sustainable forest city) akan banyak konsep baru yang nanti akan saling melengkapi,” Kata Kepala OIKN Bambang Susantono dalam Diskusi Kebudayaan dan Konservasi dalam Konsep Kota Hutan IKN, yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Rabu (24/5).  

Penyelenggaraan diskusi ini merupakan kerja sama antara Otorita IKN dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), CIFOR dan World Agroforestry Centre. Kepala OIKN menjelaskan bahwa di IKN akan menjadi satu kesempatan sebagai living lab untuk membangun kota dengan konsep-konsep terbaru. 

Baca juga : Ahli Tata Kota ITB: Rendahnya Minat Investor di IKN Sudah Diduga

“Bagaimana konsep-konsep ini akan saling berinteraksi, dari sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan sebagainya akan sangat menarik,” terangnya.

Baca juga : Ekonom Sebut Keuntungan Investasi di IKN Butuh Waktu Lama

Ia menegaskan bahwa di Nusantara harus merefleksikan ke Indonesiaan. Keserasian, keselarasan, harmoni antara people, nature, and culture akan menjadi tiga aspek yang membentuk Nusantara.

“Harus menjadi melting pot dengan cita rasa Indonesia,” tegasnya.  

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengingatkan bahwa dalam membangun IKN tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana seluruh pembangunan dapat terlaksana namun tetap dapat memperhatikan fungsi hutan, keanekaragaman hayati hingga perubahan iklim.

“Aspek lingkungan hidup menjadi salah satu hal yang perlu dicermati dalam proses pembangunan IKN,” ujar Satryo.

Menurut Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, saat ini OIKN sedang mendesain Rimba Kultural Nusantara. 

“Hutan dan kebudayaan harus tersambung,” ungkapnya.

Sambungan tersebut bisa diwujudkan sesuai dengan tata ruang di area rimba kota. 

“Kami sudah mencoba mengidentifikasi lokasinya. Kita akan melihat bagaimana keanekaragaman hayati lokal dan keanekaragaman hayati Indonesia bisa hadir bersama-sama,” ujar Deputi Myrna. (Z-8)

BERITA TERKAIT