KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai penurunan kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menuju akhir tahun ini, di mana per Februari 2023 PNBP berhasil tumbuh signifikan sebesar 86,6% dibanding periode sama tahun sebelumnya (yoy) menjadi Rp86,4 triliun.
Pada dua bulan pertama 2022 harga komoditas global belum tumbuh tinggi dan baru melonjak signifikan pada pertengahan hingga akhir 2022.
"Kami mewaspadai PNBP akan melandai bahkan menurun karena pada pertengahan tahun lalu harga komoditas sangat tinggi, kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachamatarwata dalam acara Media Gathering Kemenkeu di Jakarta, Selasa (21/3).
Baca juga: Sistem Digitalisasi PNBP Bisa Tingkatkan Pendapatan Pelabuhan
Target PNBP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 diturunkan menjadi Rp441,4 triliun dari realisasi sementara tahun lalu yang senilai Rp588,3 triliun. Isa menjelaskan, membuat proyeksi dan estimasi PNBP bukanlah perkara mudah lantaran penerimaan negara tersebut memiliki fluktuasi yang sangat tinggi, yang terutama dipengaruhi perkembangan harga komoditas minyak mentah, mineral dan batu bara (minerba), serta minyak sawit mentah (CPO).
Penurunan target pada tahun ini pun turut dipengaruhi oleh proyeksi fluktuasi harga komoditas yang turun dibandingkan tahun 2022. Fluktuasi PNBP terlihat dari rasio terhadap produk domestik bruto (PDB), dimana pada 2017 mencapai 2,29%, 2018 meningkat menjadi 2,76%, 2019 dan 2020 menurun menjadi 2,55% dan 2,23%, 2021 meningkat menjadi 2,7%, dan 2022 melonjak menjadi 3,32%. Sementara itu untuk 2023, ia menyebutkan rasio PNBP terhadap PDB
ditargetkan menurun menjadi 2,1%.
Baca juga: KKP Pastikan PNBP Pascaproduksi Dilaksanakan untuk Kepentingan Nelayan
"Kami waspada dan tidak ingin membangun suatu ekspektasi berlebihan jadi kami coba targetkan di level 2,1%," tuturnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan target tersebut tetap menjadi tantangan bagi Kemenkeu untuk tetap menjaga tren kenaikan rasio PNBP terhadap PDB. Dengan begitu, Kemenkeu akan berusaha agar penurunan realisasi maupun rasio PNBP tidak terlalu tajam tahun ini di tengah situasi yang fluktuatif. (Z-6)