11 February 2023, 22:25 WIB

Soal Larangan Ekspor Emas, Freeport: Dukung Kebijakan Hilirisasi Pemerintah


Insi Nantika Jelita |

PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung kebijakan hilirisasi sektor mineral dan batu bara (minerba) yang dijalankan pemerintah. Dukungan ini termasuk soal rencana pelarangan ekspor emas.

Juru Bicara PTFI Katri Krisnati menjelaskan pihaknya tengah membangunan fasilitas peleburan dan pemurnian (smelter) tembaga, yakni Smelter Manyar yang berada di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Adapun produk akhir yang dihasilkan dari kegiatan penambangan PTFI adalah konsentrat tembaga yang juga memiliki mineral ikutan berupa emas dan perak untuk memenuhi pasokan dalam negeri.

"Dukungan hilirisasi itu diwujudkan dalam bentuk investasi masif pada pembangunan fasilitas smelter di dalam negeri yang tengah berjalan," ujar Katri kepada wartawan, Sabtu (11/2).

Dijelaskannya, kemajuan pembangunan smelter Manyar PTFI hingga akhir Januari 2023 mencapai 54% dengan nilai investasi sebesar US$1,78 miliar atau setara Rp27 triliun (kurs Rp15.187) dari total rencana investasi sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp45 triliun.

Aktivitas pembangunan tersebut, ungkap Katri, sempat terhambat akibat pandemi covid-19. Namun saat ini, ia mengklaim ada kemajuan dalam pembangunan smelter tersebut.

Konstruksi proyek itu ditargetkan selesai pada akhir 2023, dilanjutkan dengan tahap pre-commissioning (pekerjaan untuk persiapan) sebelum commissioning atau pengujian operasional.

"Smelter Manyar akan mulai berproduksi di Mei 2024, dan akan mencapai produksi penuh di akhir 2024. Kami terus bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya akselerasi penyelesaian proyek smelter ini," imbuh Katri.

Ia mengharapkan dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk menjaga kesinambungan operasi penambangan, termasuk pembangunan kapasitas smelter yang dijalankan PTFI untuk memenuhi kewajiban hilirisasi pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan larangan ekspor emas akan dilakukan bertahap. Namun, ia tidak mendetailkan kapan pelaksanaan rencana tersebut.

"Proses hilirisasi kan harus berjalan sampai kita bisa menghasilkan produk akhir yang bisa menghasilkan nilai tambah tinggi. Jadi, bisa menciptakan banyak tenaga kerja,” kata Arifin di Jakarta, Jumat (10/2).

Ia pun menepis adanya wacana pelarangan ekspor emas karena rencana pembangunan bank emas atau bullion bank yang akan dibentuk pemerintah.

"Tidak ada urusannya kan (bullion bank) sama minerba," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT