30 January 2023, 23:34 WIB

Lifting Melempem, ESDM Genjot Produksi Migas


Insi Nantika Jelita |

DIREKTUR Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan pemerintah bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) akan menggenjot produksi siap jual atau lifting minyak dan gas (migas) yang di bawah target pada tahun lalu.

Sepanjang 2022, lifting minyak mencapai 612,3 ribu barel minyak per hari (bopd) atau sekitar 87% dari target APBN 2022 sebesar 703 ribu bopd dan 955 juta barel minyak ekuivalen per hari (mboepd) untuk gas bumi atau 92,18% dari target 1.003 mboepd.

“Untuk mengatasi itu, dilakukan  optimasi produksi pada lapangan eksisting, transformasi resources to production, lalu kemudahan investasi dan insentif,” kata Tutuka saat konferensi pers secara daring, Senin (30/1).

KKKS juga diminta mempercepat pengurasan minyak tahap lanjut atau lebih dikenal enhanced oil recovery (EOR) dan eksplorasi masif untuk penemuan besar cadangan migas.

Tutuka menjelaskan secara umum tidak tercapainya target lifting migas disebabkan adanya unplanned shutdown atau penghentian produksi secara tidak terduga di sejumlah kilang dan tertundanya operasi kilang atau delay field onstream di 2022.

Di lain kesempatan, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan dengan rencana masifnya drilling atau pengeboran di Blok Rokan, Riau dan indikasi kenaikan produksi minyak di Blok Cepu, Jawa Timur, bisa merealisasikan target lifting minyak sebesar 660 ribu bopd di tahun ini.

"Di Blok Cepu ada lapangan baru di Kedung Keris yang baru-baru ini sudah menunjukkan peningkatan produksinya 10-11 ribu per barel. Di Rokan akan kita optimalkan juga," jelas Arifin.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengumpulkan para KKKS untuk meningkatkan peralatannya, melakukan langkah-langkah dengan metode mutakhir untuk penemuan cadangan migas yang terbaru. (OL-8)

BERITA TERKAIT