26 January 2023, 12:54 WIB

Program PC-PEN Berhenti, Dana Pemulihan untuk Masyarakat Tetap Berlanjut


M Ilham Ramadhan Avisena |

WAKIL Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, peniadaan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di 2023 tak serta merta ikut menghilangkan dukungan pemerintah kepada masyarakat di masa pemulihan tahun ini.

Sebab, anggaran-anggaran di sektor krusial masih dialokasikan dengan nilai yang terbilang cukup besar di tiap kementerian/lembaga (K/L).

"Anggaran tetap kita jaga, tetapi masuk ke dalam program reguler kementerian/lembaga masing-masing," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1).

Anggaran kesehatan, misalnya, pada 2022, besaran alokasi dalam program reguler tercatat sebesar Rp129,7 triliun dan di dalam PC-PEN sebesar Rp47 triliun. Dus, total alokasi anggaran kesehatan tahun lalu sebesar Rp176,7 triliun.

Sedangkan di 2023, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp178,7 triliun, naik 1,1% dari total alokasi tahun lalu. Hal ini, kata Suahasil, menunjukkan bahwa meski program PC-PEN tak lagi ada, pemerintah tetap menaruh perhatian besar pada bidang kesehatan.

Hal yang sama juga terjadi pada anggaran perlindungan sosial (perlinsos). Di 2022, alokasi anggaran perlinsos reguler tercatat sebesar Rp309,6 dan di dalam program PC-PEN sebesar Rp152 triliun. Dus, totalnya mencapai Rp461,1 triliun.

Nilai tersebut naik 3,1% di 2023 menjadi Rp476 triliun. "Total anggarannya tidak turun, ini menjadi komitmen kita, transisi reguler masuk ke K/L masing-masing dan dijalankan ke depan tentu dengan supervisi dari Presiden dan kabinet," pungkas Suahasil. (OL-8)

BERITA TERKAIT