26 January 2023, 12:40 WIB

Presiden: Saya Semedi Tiga Hari untuk Putuskan Lockdown atau Tidak


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo mengaku harus bersemedi selama tiga hari sebelum mengambil keputusan apakah harus menerapkan lockdown atau tidak, pada masa puncak pandemi covid-19 lalu.

"Saya semedi tiga hari untuk memutuskan ini, apakah kita harus lockdown atau tidak," ujar Jokowi dalam Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 di Jakarta, Kamis (26/1).

Langkah itu ia lakukan karena pemerintah sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi. Kondisi kemudian diperparah dengan data-data terkait yang dimiliki kementerian/lembaga yang menurutnya sangat amburadul.

Bahkan, ia menuturkan, pada saat rapat, hampir 80% menterinya mengusulkan lockdown hanya karena negara-negara lain melakukannya. "Kita betul-betul sangat tidak memiliki pengalaman. Kemudian, data-data kita kelihatan semua tidak siap. Data di kementerian ini dengan kementerian ini beda," ucapnya.

Kepala Negara pun bersyukur karena pada akhirnya kebijakan lockdown tidak pernah diambil. "Coba saat itu, misalnya kita putuskan lockdown. Menurut hitungan saya dalam dua atau tiga minggu, rakyat sudah tidak memiliki peluang untuk mencari nafkah karena semua ditutup. Negara juga tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat. Akhirnya, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT