26 January 2023, 11:08 WIB

Dirut BRI: Suku Bunga Murah Bukan Penentu Tingginya Pertumbuhan Kredit


 Despian Nurhidayat |

DIEKTUR Utama (Dirut) BRI Sunarso menegaskan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan BRI, suku bunga murah bukan menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan kredit.

Menurutnya, justru pertumbuhan ekonomi dan kondisi likuiditas yang berpengaruh sangat penting dan besar terhadap pertumbuhan kredit dibandingkan penetapan suku bunga murah.

Selain itu, Sunarso menekankan bahwa variabel yang menentukan kredit sendiri ialah pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

"Jadi kalau menumbuhkan ekonomi, tumbuhkan lah kredit dan kredit akan tumbuh kalau konsumsi rumah tangga tumbuh dan daya beli masyarakat menguat. Ini hasil riset kok, kalau ada yang bantah silakan riset sendiri. Ini riset BRI menyatakan hasil seperti ini," jelasnya.

"Jadi kalau ada yang menyatakan justru kredit harus dimurahkan supaya tumbuh ya silakan. Itu kan kepercayaan. Kita percaya nya ini," ungkap Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2023 di Jakarta, Kamis (26/1).

Baca juga: BRI Microfinance Outlook 2023 Bakal Dihadiri Pakar Ekonomi Kelas Dunia

Lebih lanjut, Sunarso menambahkan bahwa jika nantinya ada kebijakan suku bunga kredit murah, pihaknya tentu akan menaati hal tersebut. Namun, hal itu perlu dibarengi dengan sumber dana yang murah dan operating cost yang efisien melalui penyaluran kredit secara digital.

"Tapi jangan harap dengan bunga kredit yang murah akan otomatis mendorong pertumbuhan kredit," ucapnya.

"Dua hal paling penting dalam petumbuhan kredit adalah tingkat konsumsi rumah tangga dan penguatan daya beli masyarakat dan dua faktor inilah yang memberikan andil pada GDP growth. Maka perlu kita menjaga hal itu dalam merumuskan kebijakan," pungkas Sunarso. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT