25 January 2023, 23:05 WIB

Dunia Usaha Optimistis Target Investasi Terlampaui


M Ilham Ramahan Avisena |

DUNIA usaha optimistis dan bakal mendukung pencapaian target investasi sebesar Rp1.400 triliun di tahun ini. Pasalnya, pebisnis memandang gairah penanam modal untuk berinvestasi di Indonesia masih cukup tinggi.

"Kami mendukung target pemerintah, melihat appetite investasi masih cukup baik untuk mendukung pertumbuhan investasi dalam skala pertumbuhan yang moderat," ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani kepada Media Indonesia, Rabu (25/1).

Dia menambahkan, kondisi fundamen perekonomian dalam negeri yang relatif stabil dan cukup baik menjadi salah satu faktor penarik minat investor masuk ke Indonesia.

Kondisi itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang konsisten ada di kisaran 5% dalam beberapa triwulan terakhir, serta inflasi yang cenderung lebih rendah dibanding banyak negara.

Selain itu, upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas makro perekonomian dan konsisten melakukan reformasi struktural menjadi alasan lain yang dinilai dapat menarik penanaman modal ke Indonesia.

Hanya, kata Shinta, pemerintah juga perlu memperhatikan dampak bawaan dari kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.

"Tidak dapat dipungkiri investor, asing khususnya, sangat khawatir terhadap perubahan-perubahan kebijakan nasional yang sifatnya populis atau bertujuan untuk menggerakkan suara masyarakat terhadap pilihan politik tertentu," terangnya.

"Karena itu, kebijakan populis atau perubahan-perubahan kebijakan harus disupport dengan justifikasi, data empiris, dan konsultasi dengan pelaku usaha," tambah Shinta.

Pemerintah telah menetapkan target investasi tahun ini ialah sebesar Rp1.400 triliun, naik dari target tahun sebelumnya yang Rp1.200 triliun. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan target itu tidak mudah untuk dicapai.

Sebab, tantangan dari kondisi perekonomian dunia dan situasi dalam negeri di tahun Pemilu dapat mempengaruhi kinerja investasi. Karenanya, ia mengajak semua pihak untuk berupaya bersama menjaga stabilitas di dalam negeri. (OL-8)

BERITA TERKAIT