21 January 2023, 22:23 WIB

Logam Mulia Masih Jadi Incaran Dibanding Perhiasan


Mediaindonesia.com |

SEBAGAI salah satu instrumen investasi, logam mulia masih menjadi incaran dibandingkan perhiasan. Penjualan logam mulia pun masih lebih tinggi di masa pascapandemi saat ini.

Hal itu diungkapkan pendiri Semanggi Gold and Jewellery Rici Rinaldy dalam keterangannya. Ia menyebutkan, meskipun pasar perhiasan tanah air sudah membaik dibandingkan masa pandemi, namun konsumen masih lebih banyak memilih logam mulia.

"Sudah mulai membaik dari pascapandemi terakhir dah mulai oke (dari sisi penjualan). Namun belum balik seperti sebelumnya, konsumen lebih memilih ke Logam Mulia daripada perhiasan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, konsumen lebih banyak memilih logam mulia karena dapat menjadi tabungan yang liquid. Logam mulia dapat dijual di toko emas manapun dengan mudah, selain di toko emas tempat membelinya.

Baca juga : Daya Tarik Investasi Pariwisata Baru di Samaview

"Dari pengalaman sebelumnya, logam mulia dapat menjadi tabungan dan gampang menjualnya kembali tak perlu di toko emas bersangkutan sehingga kemana saja bisa, jatuhnya lebih fleksibel," jelasnya.

Diketahui nilai jual untuk emas baik jenis emas kuning ataupun emas putih berkisar Rp800 ribuan dengan kadar 17 K dan Logam Mulia di angka Rp9,8 juta/10 gram

Semanggi Gold and Jewellry sudah berkiprah dalam dunia emas dan perhiasan semenjak 2004, Toko Emas yang telah memiliki banyak pelanggan ini berlokasi di ITC Kuningan lantai Dasar Blok D1 nomor 10, Jakarta Selatan.

Toko emas itu didirikan oleh Rizki Aprino, Rici Rinaldy dan Arif Rahman yang berasal dari Bukittinggi, Sumatra Barat, sehingga tertanam filosofi di dalam nama toko tersebut 'Semanggi", yaitu 'Semangat Bukit Tinggi'. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT