16 December 2022, 16:20 WIB

Astra Land Gandeng Urban+ dan Siura Kembangkan Township di Cikupa


mediaindonesia.com |

SETELAH resmi mengakuisisi lahan seluas 50 hektare di daerah Cikupa, Tangerang, Banten, proyek residensial terbaru PT Lazuli Karya Sarana, anak perusahaan dari PT Astra Land Indonesia, kini memasuki tahap perencanaan dan desain. Astra Land Indonesia menggandeng Urban+ dan Siura untuk merancang projek township terbaru mereka ini.

Berdiri sejak 2014, Urban+ selama ini dikenal sebagai studio desain yang berfokus pada urban design, planning, arsitektur, dan lanskap. Urban+ merupakan studio pemenang desain ibu kota negara (IKN) baru. Sedang Siura merupakan konsultan lanskap yang fokus terhadap isu kelestarian alam, yang berbasis di Singapura.

"Kolaborasi ini kami harapkan dapat menghadirkan hunian yang benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Bukan sekadar menjadi tempat berteduh dan beristirahat, tapi juga dapat menjadi tempat bertumbuh yang ideal bagi keluarga. Sebuah residensial yang akan menjadi living standard baru di area Cikupa, Tangerang," kata Presiden Direktur PT Astra Land Indonesia Wibowo Muljono dalam keterangannya, Jumat (16/12).

Senada dengan Wibowo, Founder & Principal of Urban+ Sibarani Sofian menambahkan bahwa konsep yang ditawarkan pada township terbaru Astra Land Indonesia akan lebih dari sekadar rumah tinggal. Masterplan yang dihadirkan memiliki visi untuk menjadikan hunian sebagai tempat yang tepat untuk membangun keluarga, untuk merayakan kehidupan, dan juga untuk menjalin cerita.

"Untuk itu kawasan residensial direncanakan agar dapat menunjang kehidupan yang dekat dengan alam, aktif, dan sehat. Konsep hijaunya terwujudkan melalui ruang terbuka hijau yang memadai dan berkarakter, mulai dari ruang terbuka yang berada di sekitar rumah hingga taman menerus yang menghubungkan seluruh klaster menjadi satu kesatuan utuh," jelas Sibarani.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa kawasan residensial juga direncanakan untuk memiliki sarana dan prasarana yang lengkap di skala yang tepat, serta dilengkapi dengan fasilitas komersial untuk menunjang aktivitas dan kehidupan sosial warganya. Karena selain kedekatan dengan alam, hidup dalam komunitas yang baik juga dapat menunjang kualitas hidup.


Baca juga: Pulih di 2022, Properti Hadapi Tantangan Tahun Depan


"Konsep tersebut disesuaikan dengan standar kebutuhan dewasa ini, baik dari generasi yang lebih muda, eksekutif dari kawasan sekitar, hingga generasi yang sudah lebih mapan. Terutama generasi yang lebih muda, mereka sangat dekat dengan teknologi, dapat bekerja di
mana saja, dan di saat yang bersamaan juga memerlukan lingkungan hidup yang bersih, menawarkan pengalaman yang unik, serta baik secara ekologis," tambahnya.

Di satu sisi, konsep yang akan dihadirkan Astra Land Indonesia juga akan diperkuat oleh Siura, yang akan merancang desain lanskap kawasan dengan konsep eco-forest yang selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan hidup, agar terciptanya ruang hidup yang baik tidak
hanya bagi penghuni, tetapi juga untuk berbagai makhluk hidup lainnya.

"Hal ini terefleksikan dalam perencanaan yang berorientasi ekologis dengan mengaplikasikan tiga prinsip utama, yaitu peningkatan kualitas ekologi kawasan, manajemen dan konservasi air yang berorientasi ramah lingkungan, dan penyediaan ruang sosial bagi masyarakat dengan
konektivitas pedestrian dan program rekreasi ruang luar yang komprehensif," kata Founder dan Principal dari Siura, Anton Siura.

Sehingga nantinya, menurut Anton, residensial akan mampu menghadirkan kawasan perumahan yang hijau dan asri dengan dikelilingi oleh vegetasi yang indah dan meneduhkan. Konsep eco-living yang diambil memiliki kedekatan dengan alam dan air, karena direncanakan dengan pendekatan Water Sensitive Urban Design dan Ecological Sustainability.

"Rencananya kami akan mulai meluncurkan klaster pertama dari projek ini pada Q4 2023. Astra Land Indonesia sangat serius mengelola pengembangan ini sehingga kami harapkan nantinya dapat menjadi game changer di area Tangerang. Dengan kehadiran Urban+ dan Siura dalam perancangan township ini. Kami rasa, ini merupakan projek yang sangat layak untuk ditunggu oleh para calon konsumen,” tutup Wibowo.

Dengan nilai pengembangan proyek sebesar Rp6 triliun, pembangunan township oleh PT Lazuli Karya Sarana akan berlangsung selama 12 tahun dengan persiapan pengerjaan proyek dimulai pada akhir 2022. (RO/OL-16)

 

BERITA TERKAIT